Senja Di Kimberley Road

Elnisya Mahendra
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

Kumatikan pesawat televisi, tak ada berita yang menarik, apalagi siaran berbahasa kantonis yang sama sekali tak kumengerti artinya. Aku memang hanya ingin tahu ramalan cuaca hari ini, sepertinya lebih dingin dari hari kemarin. Dan kudapati 13-16 derajat untuk hari ini. Sudah cukup membuatku membekukan seluruh tubuhku. Apalagi aku ada bakat alergi dingin, seluruh tubuh terasa gatal jika suhu dibawah 2O derajat. Untung saja aku tidak dilahirkan dinegara yang mempunyai 4 musim. Continue reading “Senja Di Kimberley Road”

Laki-Laki Suami Dhanty

Wina Bojonegoro
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

Awalnya sungguh manis. Sangat memacu adrenalin.

”Tunggu aku di pojok es krim seperti biasa, jam makan siang.” Tetapi pesan singkat melalui ponsel itu terlalu pagi, pada jam di mana biasanya ia masih berbasa-basi dengan istrinya. Apa yang bisa dilakukan oleh seorang yang sedang kasmaran selain menyambutnya dengan suka cita? Kebodohan atau naluri? Sama-sama tak mengenal batas. Manusia sering melupakan sebuah fakta bahwa hal-hal natural itu terkadang identik dengan kedunguan. Andai saja pada saat yang bersamaan akal sehat mampu berperan, memberi secercah cahaya di antara gelap gulitanya siang yang benderang. Continue reading “Laki-Laki Suami Dhanty”

Cermin Dua Zaman

Emil WE
http://oase.kompas.com/

Sayup-sayup lagu Indonesia Raya berkumandang tak jelas dari sebuah radio transistor tua milik tukang parkir di depan gedung, bergemerasak. Merah-putih tertali layu di tiang pelataran, lesu. Sementara di dalam ruangan, sosok petugas berwajah ramah terus asyik membubuhkan stempel pos di pojok kanan-atas surat. Jetak! Jetak! tangannya terayun kuat sambil terus menyungging senyum. Continue reading “Cermin Dua Zaman”

PATUNG SANG GUBERNUR

Tjahjono Widarmanto
http://www.surabayapost.co.id/

Lelaki yang duduk di kursi malas di sudut ruangan itu berusia sekitar lima puluh lima tahun ke atas. Wajahnya tampak lelah, namun masih segar dan gagah. Hanya keriput di sekitar mata dan leher yang tak dapat menyembunyikan kesenjaannya. Tubuh yang tambun dengan lemak yang bergelambir di perut dan leher semakin menunjukkan kesenjaannya.

?Mi?Mi..Mami!? tiba-tiba lelaki itu berteriak keras, sambil terbatuk.

?Ada apa Pi,? terdengar suara lembut dari seorang perempuan yang muncul dari balik pintu. Perempuan itu usianya sudah melewati separo baya mengenakan baju hangat warna hijau, datang tergopoh. Continue reading “PATUNG SANG GUBERNUR”

Bahasa ยป