PERTENGAHAN NOVEMBER YANG MENIKAM-NIKAM *

Ghassan Kanafani **
Alih Bahasa: Misran ***
http://www.riaupos.com/

Duhai Ibrahim…!

Entah kepada siapa pesan ini harus kutujukan. Aku tak tahu. Padamu sudah kujanjikan, tiap pertengahan November akan membawakan karangan bunga tanda kasih ke makammu, untuk kutebarkan. Sekarang sudah pertengahan November pula, dan belum satu karangan bunga pun kudapatkan. Sekiranya kudapat, bagaimanakah aku dapat sampai ke makammu dan memberikannya padamu? Padahal sudah dua belas tahun berlalu. Continue reading “PERTENGAHAN NOVEMBER YANG MENIKAM-NIKAM *”

Perempuan Yang Menanti

Wina Bojonegoro
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

Stasiun Pasar Turi selalu penuh sesak di malam hari. Lalu lalang manusia, bagai aliran sungai yang tak kenal henti, berbaur aneka kepentingan, bau badan, penjual koran, kuli angkut dan tak lupa calo. Beberapa menit lagi kereta Argo Bromo akan membawaku pulang ke Jakarta, pada rutinitas kehidupan yang sesungguhnya. Baru saja melangkahi peron, pengumuman sudah berkumandang, kereta telah siap di jalur satu. Tapi aku belumlah selesai. Perempuan ini aku tenteng kemari agar aku sempat bicara, semalam dan sepagian, bahkan sesiangan ini aku terlalu asyik mendengarkannya hingga tak ada waktuku bicara. Kini saatnya. Continue reading “Perempuan Yang Menanti”

Denting Piano Mr. Lee

Elnisya Mahendra
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

Baru saja kumasuki pintu rumah, kugeletakkan begitu saja belanjaandi lantai dapur. Istirahat sebentar di sofa ruang tamu. Aktifitas berbelanja kepasar akhir-akhir ini sungguh sangat melelahkan. Sebenarnya bukan karena letak pasar yang jauh, tapi karena aku memang belum hafal di mana tempat barang barang yang aku butuhkan dijual. Apalagi pasca Imlek seperti ini, harga sayurpun melonjak 3-4 kali lipat dari harga sebelumnya, katakakan 1 ikat Choy-sam ( sawi hijau) yang dulu cuma $ 3, sekarang menjadi $ 1O per ikatnya. 1 buah bawang bombaypun harus aku beli dengan $ 7. Otomatis aku harus pintar-pintar mengatur uang belanja yang hanya $ 1OO untuk 3 hari, kalo tidak ingin dikatakan korupsi. Ini saja kadang kadang harus merogoh dompetku sendiri jika ada sayur yang kemahalan aku beli. Continue reading “Denting Piano Mr. Lee”

Mual

Gde Artawan

Beranda

Tiga bulan terakhir ini aku merasakan kondisi yang sangat tidak mengenakkan. Aku merasa mual. Sungguh. Tidak lantaran kondisiku yang agak terkuras setelah menjadi pengantin baru, bukan pula lantaran Leny — wanita kampung biasa-biasa saja yang kini jadi istriku — hamil, tidak. Rasa mual ini menghantamku secara membabibuta tanpa aku diberi penjelasan yang komprehensif, paling tidak secara nalar dapat dirunut sebab musababnya. Continue reading “Mual”

Dolar Dalam Amplop Coklat

Wayan Supartha
http://www.balipost.co.id/

Tengah malam, Made Darmi mengigau, ”Beli… beli tak usah jujur.” Seraya menggeliat gelisah, igauannya itu dilanjutkannya. ”Sekarang zaman Kaliyuga. Mana ada orang jujur. Presiden saja bisa berkuasa tigapuluh tahun lebih dan menilep uang rakyat bertahun-tahun. Banyak pejabat yang menilep uang rakyat bermilyar-milyar. Kok kita rakyat kecil tak boleh?”

LANTARAN hanya mengigau, Gede Arka tak bernafsu mendengarkannya. Malam ini, ia sangat capek. Ia ingin cepat-cepat tidur lelap, agar bisa bangun pagi keesokan harinya. Continue reading “Dolar Dalam Amplop Coklat”

Bahasa ยป