Sejak Kematian Kakak

Anggoro Saronto
http://www.sinarharapan.co.id/

Sejak kematian kakakku, segalanya berubah. Bukan cuma karena ia telah benar-benar tak kembali. Tapi ada sesuatu yang terampas dari rumah ini. Sebuah nyawa. Sebuah roh yang menghidupkan seluruh bagian rumah. Kini seluruhnya seakan tak bernyawa, seperti kursi-kursi, bangku, lemari. Begitu juga dengan ayah, terlebih ibu. Mereka melakukan aktivitas tanpa bersuara. Begitu senyap. Kadang aku berpikir, jangan-jangan cuma aku yang hidup dalam rumah ini? Atau justru aku yang mati? Karena tak ada lagi yang menganggap aku ada. Continue reading “Sejak Kematian Kakak”

Pohon

Maroeli Simbolon
sinarharapan.co.id

KONON. Tersebutlah desa yang indah permai. Namanya termasyur di jagat raya. Keindahannya adalah taman impian.

Desa ini dibatasi dua sungai yang bening; tempat ikan dan udang menari. Keramahtamahan penduduknya, wah, tiada banding, tiada tanding: saling menolong dan tepo saliro. Bahkan angin merasa berdosa jika tidak mengabarkannya. Maka tak mengherankan bila dunia selalu membicarakannya. Continue reading “Pohon”

Mimpi sang Raja

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Sang Raja terbangun dari mimpinya yang lucu: tujuh ekor ikan teri memakan tujuh ekor ikan paus, dan tujuh orang anak kecil masing-masing memakan gunung, memakan hutan belantara, memakan danau, memakan tanah, memakan jalan dan jembatan, memakan gedung-gedung bertingkat tempat bercokolnya bank besar, dan memakan kertas-kertas bergambar George Washington. Continue reading “Mimpi sang Raja”

Gandrung

Lan Fang *
jawapos.co.id

APAKAH kau pernah melihat bulan bulat dengan kilap mentega? Itu hanya terjadi setahun sekali. Ketika itu pekat akan menyingkir dari semesta galaksi. Langit bersih seperti baru dicuci oleh hujan. Gelembung-gelembung harum alam merintik dari segenap pori-pori awan.

Konon, dahulu, pada saat bulan bulat sekilap mentega, orang-orang Cina berkumpul di halaman rumah mencecap kue manis berisi biji lotus, kacang hijau, dan gula merah yang manis. Mereka bercengkerama memandang bulan purnama ditemani teh sepat sampai lewat malam. Continue reading “Gandrung”

NYELAMA SAKAI

Amien Wangsitalaja

Petikan sampe mulai mendenting-denting. Kanjet nyelama sakai dimulailah sudah. Dan kembali aku menyukai lagi keberadaanku di sini. Tarian itu menyambutku lagi. Dan seperti dulu, aku selalu akan menunggu dengan hati berdenyar datangnya kanjet manyam tali, karena tarian itu memiliki kekuatan tertentu untuk mengaduk-aduk rasa, seolah melemparkan tali pengikat kepadaku untuk aku selalu berada di bawah pengaruh gendamnya sehingga tak bisa keluar dari mencintai tempat ini. Continue reading “NYELAMA SAKAI”

Bahasa ยป