Kereta Hantu

Sayuri Yosiana *
kompas.com

Aku terkantuk-kantuk disudut bangku stasiun tua. Disebuah kota kecil yang kuno. Kota lama di perbatasan ibukota. Senyumku lama menghilang. Betapa tidak? Nyaris dua jam aku menanti kereta terakhir tiba. Lelah setelah seharian membantu keluarga sahabatku yang mengadakan pesta tunangan dengan kekasihnya. Berkali-kali mataku melirik jam tangan. Continue reading “Kereta Hantu”

Bangunan Itu Menelan Ibu dan Bulanku

Han Gagas
http://suaramerdeka.com/

AKU begitu suka melihat bulan. Entah kenapa. Mungkin karena bulan adalah benda yang kali pertama kulihat. Dulu.

Setiap bayi ketika mampu melihat dunia selalu dijemur di bawah matahari. Memang aku mengalami itu tapi tak cuma begitu. Ayahku -yang merupakan satu-satunya orang tua-membawa mataku pada rembulan dan kecerahan malam dengan bintang-gemintang. Tentu saja dengan balutan kain berlipat-lipat yang membungkus tubuh. Continue reading “Bangunan Itu Menelan Ibu dan Bulanku”

Mun

Dhe A. Sujana
http://www.lampungpost.com/

AKU harus menuliskan cerita ini, Mun. Tapi bukan untukmu. Kau tahu sebabnya, Mun. Ah, jangan-jangan kau sudah lupa. Baiklah, aku ulang lagi perkataan itu untuk menyegarkan ingatanmu. Mun, kisah tentang seseorang bukanlah untuk orang itu. Kisah itu lahir dan hidup di dalam peradaban untuk orang lain yang belum tentu kenal dengan orang yang menjadi pokok cerita. Continue reading “Mun”

Lemari Buku Ayah

Rilda A. Oe. Taneko
http://www.lampungpost.com/

AYAH sibuk sekali sore itu. Berkali-kali ia keluar masuk rumah, mengambil peralatan yang ia butuhkan: gergaji, palu, paku, dan kayu. Lalu ia duduk di sebuah bangku kayu kecil yang biasa mbak pakai saat menggilas pakaian. Dengan bersemangat ayah menggergaji batang kayu dan berlembar tripleks, membiarkan serbuk kayu berhamburan di udara dan membuatku terbersin-bersin. Lalu ayah menyuruhku menjauh. Continue reading “Lemari Buku Ayah”

Bahasa ยป