Sri Wintala Achmad
Harian Merapi Yogyakarta
Tidak ada yang dilakukan Sobrah, selain membantai lalat-lalat yang memasuki ruangan kosnya dengan sapu lidi. Lalat-lalat itu sudah keterlaluan. Mengerumuni Sobrah saat menulis. Menghinggapi cangkir berisi kopi yang disiapkan istinya sebelum berangkat kerja ke pabrik tekstil.
Layar monetor telah menyala. Halaman Ms-Word sudah siap menampung luncuran kata-kata dari otak kepala Sobrah yang botak. Namun, tidak sepatah kata berhasil dituliskan. Karena tangan Sobrah yang berjemari perempuan itu tidak segera disibukan dengan tut-tut keyboard, melainkan hanya membantai lalat-lalat dengan sapu lidi. Continue reading “LALAT-LALAT BERSAYAP DURI”
