Sepekan Jelang Lebaran

Isbedy Stiawan Z.S. *
suarakarya-online.com

IJAH yakin kalau Mas Parman akan pulang sepekan menjelang lebaran, seperti dia tulis dalam suratnya dua pekan lalu. Dia makin optimis tatkala suaminya menelepon lima hari lalu. Setengah berlari Ijah menuju rumah tetangganya yang memiliki pesawat telepon, karena lakinya menelepon ke pesawat itu.

“Kamu sehat-sehat kan? Si Gembul juga sehat, mana dia?” ujar Parman begitu telinga Ijah menempel di gagang telepon. Gembul adalah panggilan Parman buat anak kedua, yang sementara sebagai bungsu.
“Sehat, mas. Continue reading “Sepekan Jelang Lebaran”

Kepalanya Tertinggal di Kolong Kursi

Beni Setia
http://www.lampungpost.com/

PADA bus kota jurusan Perak, kata orang, lelaki itu masih sering muncul. Naik dari Terminal Purabaya, duduk di kursi untuk dua orang pada deret kedua dari depan, d sejak bus kota itu-bernomor L-2341-S-kembalikan polisi, sebagai barang bukti kejahatan, tapi tak ada yang berani mengoperasionalkannya karena dianggap sial-akan dijauhi penumpang. Sampai sopir, kondektur, dan kernet asli, yang tak kebagian bus lain, dipaksa keadaan untuk mengoperasionalkananya. Continue reading “Kepalanya Tertinggal di Kolong Kursi”

Kota Puisi

Aris Kurniawan
http://www.lampungpost.com/

Sekembali dari terowongan itu, Darja mendapati gerobak ketopraknya masih teronggok di sisi jalan. Gerobak itu seperti menunggu tuannya dengan setia. Keadaannya masih utuh. Piring, gelas, sendok, stoples plastik, cobek, ulekan, ember, semuanya masih lengkap. Letaknya tak bergeser sama sekali. Bahkan beberapa butir air sisa bilasan di punggung piring belum lagi kering. Hanya kantung plastik yang terlihat sedikit menyembul keluar, bergetar-getar ditiup angin. Continue reading “Kota Puisi”

S I R R I *

S. Jai

MEMBACA garis hidupku, aku terobsesi pada cinta tiga perempuan sepanjang hidup: perempuan bermata tajam seperti elang yang kini jadi istriku, gadis bermata bening sebening telaga sebagai kekasih hatiku, dan kelak akan kuburu cinta perempuan buta agar bisa kulihat dunia dengan ketajaman matahati.

“Semua itu atas nama cinta. Begitu pula cintaku padamu, Rohana,” tulisku di akhir surat tertuju Rohana. Continue reading “S I R R I *”

Pulang tanpa Alamat

Abidah El Khalieqy *
jawapos.co.id

USAI mandi dan memilih pakaian paling bersih, Gotap menyemprotkan minyak wangi di bawah daun telinga. Di dada kiri tempat jantung bersembunyi, dan sedikit olesan di denyut nadi pergelangan tangan. Senyum cerah tersungging dalam cermin besar dan jernih. Seperti kuncup putih melati, senyum itu ditatapnya berulang kali. Entah siapa yang perintah, tiba-tiba tangannya bergerak, mengambil kembali botol parfum dari atas meja, dan menyemprotkannya di kedua telapak kaki. Tapi, pikirnya, masih ada yang kurang. Telapak tangan dan jari-jariku mesti wangi, agar setiap orang yang kusalami akan dilekati keharuman yang sama. Continue reading “Pulang tanpa Alamat”

Bahasa ยป