BUKAN FATIMAH PUTRI NABI

Siti Sa’adah

Bapak tidak pernah mengancang-ancangkan jika kita mencuri maka dia akan memotong tangan kita, apalagi untuk tanganmu yang indah mulus seperti gagang cangkul itu. Jikapun pernah, aku tidak akan mencuri kak. Bukan karena takut bendo ayah yang selalu dia bawa untuk menebang rumpun bambu untuk dianyam, bukan pula karena takut tanganku di potong polisi, toh tidak ada hukum potong tangan bagi pencuri di negara ini, namun karena aku takut kepada yang menciptakan tangan ini, aku takut benar. Sabda nabi bahwa dia akan memotong tangan putri tercintanya Fatimah jika mencuri, terus menggenang dalam ingatanku. Pernah terbersit untuk memiliki barang orang lain yang kusukai, tapi langsung terbayang olehku pemiliknya kecewa dan jelas aku mendzoliminya. Continue reading “BUKAN FATIMAH PUTRI NABI”

Cinta di Bulan Ramadhan

Denny Mizhar
Malang Post, 5 Sep 2010

Gadis, sudahlah. Jangan menangis. Tak ada gunanya. Lelaki yang kau cintai telah melukaimu. Apa pantas kau mengiba dan meratapinya, bahkan mengharapnya kembali? Mari, buka mata hatimu. Lalu tenggelamkan diri dengan do’a-do’a kepada Tuhan. Aku yakin. Segalanya akan baik-baik saja. Hidup itu sementara, jangan dibuat bersusah-susah. Mari, memaknai segala peristiwa pasti akan lebih indah. Mari, berfikir hal yang penting agar diri berguna buat sesama. Continue reading “Cinta di Bulan Ramadhan”

LAKNAT PEREMPUAN KEPADA BUNGA-BUNGA

Siti Sa’adah

Aku faham benar kapan aku mulai membenci bunga, bukan sekedar muak, tapi setiap bersinggungan, tersentuh, melihat terlalu dekat kepalaku terasa berat dan ingin aku muntah sebagai ungkapan penolkan. Bunga apapun itu, yang bisa memancing keindahan, karena keindahan tak bertaut berkali-kali bersamaku melalui bunga. Untuk menceritakan ini aku harus menahan mual yang ingin meledak. Tapi ku tahan kuat-kuat, sebelum kau mengerti kehancuranku bersama bunga. Continue reading “LAKNAT PEREMPUAN KEPADA BUNGA-BUNGA”

BEYE, LURAH BANCI

M.D. Atmaja

Orang-orang telah garang karena banyak ketimpangan yang terjadi. Kelurahan tetangga terus menyusup ke halaman. Kadang merembes ke hijau sawah pertiwi. Mencuri ketimun atau kangkung. Mereka, Kelurahan Maling itu menggunakan tangan petani, menginjak padi yang merunduk. Mengambil segala yang bisa diambil. Seperti perompak dalam cerita-cerita bajak laut Wilayah Barat. Petani kelurahan tetangga mencuri, petani Kekurahan Luruh Indon menahan lapar yang sangat. Pencurian itu membuat petani di Kelurahan Indon meradang. Merah membara. Mengasah senjata dan berteriak-teriak kesetanan mengajak perang. Para petani tidak terima atas penghinaan kelurahan tetangga. Menginjak harga diri Kelurahan yang diperjuangkan dengan segenap tumpah darah seluruh rakyat Luruh Indon. Continue reading “BEYE, LURAH BANCI”

Bahasa ยป