Sigi ?Piningit?

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

INI adalah masa sulit hidupku. Melewati dua belas tahun usiaku, menjadi petaka bagi ruhaniku yang haus pengetahuan. Saatnya kutinggalkan semua kenang di puri kebijaksanaan. Dipaksa usai memamah hikmah menjadi duka yang tak ku suka. Saat paling mengerikan yang tak pernah kuharapkan kehadirannya. Aku harus berdiam di balik tembok-tembok keangkuhan adat yang menandaskan seluruh cita. Menaati tradisi yang tak kumengerti. Continue reading “Sigi ?Piningit?”

Puing-puing

Muhammad Amin
http://www.lampungpost.com/

ADA sekelumit hati yang merindukan rumah. Merindukan sebuah bangunan yang bisa ditinggali bersama keluarga. Tapi kapankah? Bukankah harapan itu hanya sia-sia. Karena tak ada lagi orang tua, tak ada lagi suasana rumah seperti dulu. Tak ada kenangan masa kecil. Segalanya telah runtuh menjadi puing.

Dia–seorang anak muda, melihat puing-puing berserakan. Di mana-mana. Di wajah orang tua. Di tanah kering. Ombak pecah jadi puing. Ranting patah jadi puing. Air mata luruh jadi puing. Hujan jatuh jadi puing. Sengketa usai jadi puing. Tawa berderai jadi puing. Continue reading “Puing-puing”

Beberapa Rencana Bunuh Diri

Aris Kurniawan
http://www.lampungpost.com/

Dia membaca petunjuk di selebaran itu. Manggut-manggut. Melipatnya, lantas memasukannya ke dalam saku jaket. Tapi segera dirogohnya kembali, dibuka, dan dibaca lagi. Beberapa kali. Meraba tengkuknya. Sesuatu yang dingin bagai menjalar melewati punggungnya. Dia berjalan tergesa memasuki mal dengan pandangan lurus ke depan. Bunuh diri. Ide itu menghantuinya sejak beberapa pekan terakhir. Membuat tidurnya gelisah. Hasrat yang menggebu kerap memang mengganggu tidur. Keinginan menunaikan ide yang cukup menarik. Dia merasa tertantang. Continue reading “Beberapa Rencana Bunuh Diri”

Pemakaman

Faisal Syahreza
http://www.lampungpost.com/

NINA tak menyadari siang itu tak hanya dia sendiri sebagai perempuan yang menangisi jasad suaminya saat dikebumikan. Ibu suaminya yang sekaligus mertua Nina, malah bukan lagi menangis. Beberapa jam lalu sudah pingsan tak sadarkan diri. Juga seseorang di balik pohon kersen yang rimbun daunnya meneduhkan. Tak jauh dari upacara pemakaman, seorang perempuan menumpahkan air mata tak kalah hebat dari Nina dan mertuanya. Gadis mempunyai wajah yang manis dengan lesung pipi serta senyuman yang indah. Perempuan itu bernama Rengganis. Continue reading “Pemakaman”

Sebuah Rahasia dari Lilin Buatan Ibu dan Kisah Gelap

F. Moses
http://www.lampungpost.com/

KATA Ibu, ini lilin lain dari yang lain. Tak seperti terjual di warung-warung umumnya, kecuali bentuknya yang sama. Kelak kamu tahu ini bukan sembarang lilin, sebab tak akan habis saat kamu mulai membakarnya. Melumer tapi tak bisa habis. Bukan lantaran bentuknya jauh lebih besar dari umum, melainkan memang kualitas lilin ini yang luar biasa. Continue reading “Sebuah Rahasia dari Lilin Buatan Ibu dan Kisah Gelap”

Bahasa ยป