M.D. Atmaja
Dini hari terasa begitu dingin. Tidak seperti biasanya. Gerakan angin tidak terasa namun dinginnya membekukan tulang. Udara juga bersih dari riang jangkrik. Tidak ada gerakan sama sekali. Malam seperti telah berada di dalam kekosongan. Tanpa kehidupan. Berjalan pelan namun sangat pasti tanpa terhalangi apa pun. Berdetak dalam detik yang terus berganti sebagai langkah yang tidak bisa undurkan. Perjalanan waktu. Continue reading “Sebutir Nasehat di Tepi Nasi”
