ONE JINGMI

Taufiq Wr. Hidayat *

Sahdan, tersebutlah seorang bernama One Jingmi. Di desa pinggiran kota, ia adalah anak orang Tionghoa. Orangtuanya bukan orang kaya. Cuma penjual jamu yang tidak sukses besar. Dulu di tahun 90-an, orangtua One Jingmi menjaga toko jamu sambil menjual kupon undian berhadiah yang diselenggarakan pemerintah. One Jingmi karib dipanggil Jing. Lantaran ia anak pertama, sang papa membubuhkan kata “satu” dengan Bhs. Inggris di depan nama Tionghoanya. Orang-orang memanggilnya Jingmi. Continue reading “ONE JINGMI”

WALI ULO

Taufiq Wr. Hidayat *

Seseorang yang bernama Kisemaur mengisahkan perihal orang yang disebut Wali Ulo. Bagi saya, kisah Kisemaur itu bukan cerita baru. Ia mengisahkan kembali kisah-kisah lama yang pernah didengarnya ketika menjadi santri dulu. Sekarang Kisemaur sudah tidak nyantri lagi. Umurnya hampir 50 tahun. Tapi gerahamnya kokoh, besar, dan giginya masih kuat menghaluskan jagung goreng. Continue reading “WALI ULO”

PESTA

Taufiq Wr. Hidayat *

Jumalot si pembual, mengisahkan perihal orang yang bernama Mosakkat di sebuah warung kopi. Semua tahu, Jumalot hanya pembual, pengangguran setengah baya yang belum berkeluarga. Di kota itu, ia hidup sendirian. Selalu mengomentari status-status WA atau Facebook kawannya. Ia gemar sekali memegang android. Continue reading “PESTA”

SEORANG GANDRUNG

Taufiq Wr. Hidayat *

Mata laki-laki itu terpaku di situ. Duduk mematung di bilik bambu. Kulitnya dilabur waktu. Pagi yang tak berpeluh. Musim hujan. Butiran air dijatuhkan. Langit bagai menyiramkan segala kesal. Butiran air yang menempel di daunan berkilauan bagai kristal. Kang Muda’iyah melepaskan kesal bersama asap tembakau yang tebal. Istrinya, Mbok Natun, meletakkan kopi pahitnya di meja. Continue reading “SEORANG GANDRUNG”

Bahasa »