Matroni el-Moezany
http://www.lampungpost.com/
SEIRAMA dengan kuping yang mendengar suara dari balik layar kumputer, tiba-tiba tanpa di sengaja suara itu mematuk dan membawa Rizki menemui Tuhan-nya. Seluring yang membuat Rizki bertanya akan dirinya dan ruang yang tertutup retak tak bernama, mengapa bunyi seruling itu membuat jiwa ini memiliki ruang lain untuk selalu bertanya ketika seluring terdengar bersuara, sehingga malam itu tak ada kata-kata yang mampu mengubah jalannya suara seluring, selain diri yang selalu merindu. Karena kita terlalu sunyi untuk merasakan kata-kata. Maka bertanyalah selalu untuk merasakan adamu dalam ruang-ruang kehidupan. Continue reading “Seruling Sunyi”
