Desak dan Anjingnya

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Mula-mula aku tidak tahu, mengapa seekor anjing berbulu coklat mudai selalu memasuki ruang kelasku bilamana aku mengajar mata kuliah Drama dan Advanced Reading. Kadang, anjing yang berbulu bersih terawat itu menerjang masuk ke dalam kelas dan kemudian berhenti di salah satu sudut kelas. Mahasiswa biasanya tertawa setiap kali anjing itu datang. Mereka lebih paham dariku. Anjing itu biasanya langsung duduk dengan tenang di samping kaki Desak yang sedang mendengar kuliahku. Continue reading “Desak dan Anjingnya”

MIKHAEL

Aquarina Kharisma Sari*
http://www.jawapos.com/

SESOSOK laki-laki. Kusebut dia, milikku. Dalam dunia yang penuh legalitas, aku tidak berhak atas dia. Dalam dunia di mana tuhan menjadi Sang Penguasa, dia adalah dosaku.

Tapi dia tidak hidup dalam dunia-dunia itu. Ketika bersamaku, dia hidup dalam duniaku.

Mikhael, begitu aku memanggilnya. Mikhael, Michael, Mika’il, semuanya adalah varian dialek dari satu objek yang sama, yakni nama sesosok malaikat yang mitosnya telah hidup semenjak ribuan tahun silam di sekitar Mediterania. Continue reading “MIKHAEL”

Ibu Jangan Jadi Hantu

Mardi Luhung
jawapos.com

1. Buku Harian

Terus terang, ada satu hal yang mengganjal dalam hidupku. Hidup yang sudah berumur 50 tahun ini. Yaitu aku tak sempat membahagiakan ibu. Ibu yang sudah meninggal. Dan hal yang mengganjal itu telah aku tulis di buku harianku. Buku harian tebal. Bergambar wanita muda yang berleha-leha di sebuah dermaga. Dengan latar jangkar mengangkang. Jangkar besar, kukuh, kenyal, dan berminyak. Continue reading “Ibu Jangan Jadi Hantu”

Tembok

Soeprijadi Tomodihardjo*
http://www.jawapos.com/

BEBERAPA minggu sejak bertemu juru rawatnya belum juga saya pe?nu?hi janji menjenguk lelaki itu. Kesibukan kerja menjelang tutup buku bulan Desember ini rasanya bukan alasan la?gi karena sudah berkali-kali saya sampaikan. Akhirnya pada hari tak terduga ketika handphone meringkik-ringkik di ikat pinggang, saya segera membetotnya. Tiba-tiba terdengar suara juru rawatnya.

”Tuan harus menengoknya. Saya sudah bebe?rapa kali beri tahu dia, Tuan berjanji akan me??nengoknya. Sekarang saya ulang harapan sa?ya demi rasa kemanusiaan. Bukankah dia ber?asal dari negeri Tuan? Bulan lalu kakinya di?amputasi di Amsterdam. Continue reading “Tembok”

Kepala Batu

Muhammad Amin
http://www.lampungpost.com/

KETIKA melihat bulan terang, keinginannya memuncak. Tak bisa ditawar lagi. Selama ini setelah menjadi seorang suami dan bapak yang baik, tak pernah lagi ia melakukan pekerjaan yang paling menyenangkan baginya. Tentu, karena pekerjaan ini mendatangkan kepuasan batin tersendiri buat orang-orang seperti Nurdin.

Tiba-tiba saja angan-angan Nurdin melayang pada masa-masa mudanya. Continue reading “Kepala Batu”

Bahasa ยป