Melodi Cinta Vrizka

Tarpin A. Nasri
http://www.lampungpost.com/

SUNGGUH! Tak kuduga sedikit pun jika perjalanan hidupku akan menjadi indah seperti sekarang ini. Awalnya kukira ini sebuah mimpi, bahkan keajaiban. Ternyata bukan!

Aku terlahir sebagai anak kampung yang miskin, berpendidikan cekak, tergerak naik dari karyawan rendahan menjadi karyawan level menengah. Meski jauh dari ganteng, akhirnya aku ditembak dan dijadikan soulmate-nya Andi Vrizka Soraya Putri. Continue reading “Melodi Cinta Vrizka”

Siti Zaenab

Andriansyah
http://www.lampungpost.com/

SEHABIS salat subuh tadi, ia langsung membereskan rumah, mencuci piring bekas makan malam, kemudian mencuci baju, lalu menyapu halaman. Ya, rutinitas yang biasa dilakukannya. Entahlah, semuanya sudah teratur seperti itu. Ingin rasanya ia mengubah rutinitas itu, tapi ia tak bisa. Setiap kali sehabis salat subuh ia ingin tidur kembali, setiap kali itu pula matanya tak mau mengatup lagi. Matanya terus terjaga, tak bisa melanjutkan tidur lagi setelah dibasuh dengan air wudu. Continue reading “Siti Zaenab”

Nyanyian Seribu Bulan

Abidah El Khalieqy*
http://www.jawapos.com/

Mungkin Hawa namanya. Tak penting! Ia datang setiap malam tanpa salam. Mencari lubang da?lam pori-pori kulit ini. Berumah da?lam tulang dan menjadi ombak di samudera hati. Ada Ken De?des di betis mulusnya. Ada Roro Jonggrang di mata beloknya. Ada De?wi Yunani di senyum bibirnya. Ada Fatimah ber?bunga-bunga di rambutnya. Ia tegak berdiri dan mencera?cau dalam kepalaku. Selalu. Tak kuasa aku menampiknya. Berminggu malam sudah. Berbulan dan tahun mengabadi dalam is?tana kesendirianku.

”Maaf, karena telah kerasan!” Ia girang menyapa. Continue reading “Nyanyian Seribu Bulan”

Gemini yang Tersesat Waktu

Stefanny Irawan *
jawapos.com

Seiris bulan tergantung di langit ujung sebelah kanan jendela balkon. Seperti sepotong semangka pucat yang agak terlalu kecil dari penjual yang kikir. Beberapa kerdip bintang tercecer tak berpola di sekitarnya, layaknya remah-remah roti yang ditumpahkan kanak-kanak. Bagi sebagian orang, mestinya dini hari ini indah. Namun aku memandanginya dengan air muka hampa. Tak tahu mesti merasa apa. Kunaikkan lilitan selimut putih hotel di pingggangku, satu-satunya kain yang membebatku. Masih bisa kurasakan bau kulitnya di tubuhku. Kutoleh ia yang tertidur di pembaringan. Seandainya kau istriku. Continue reading “Gemini yang Tersesat Waktu”

Belo yang Ingin Diperistri Lelaki Kaya Itu…

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Rasanya aku mengenal perempuan, yang bergenggaman tangan dengan pria asing, tampan tinggi tegap, yang berdiri di depan pintu masuk restoran itu. Ia persis sekali Belo, kawan sepermainanku di dusun, yang bercita-cita ingin menjadi istri lelaki kaya, yang memberinya rumah gedong, mobil colt, dan toko kelontong!

Jika benar itu Belo, aku gembira melihatnya di kala pikiranku kalut dan pasrah seperti ini. Continue reading “Belo yang Ingin Diperistri Lelaki Kaya Itu…”

Bahasa ยป