Lelaki Kekar

Restoe Prawironegoro Ibrahim
http://www.lampungpost.com/

MATAHARI tampak cemberut dan berjingkat. Tak lebih dari semenit, tubuh kekar terlentang sudah dikerumuni orang. Kerumunan semakin bertambah, bagai gerombolan kumbang pulang ke sarang. Orang-orang berkerumun membentuk garis tengah lingkaran yang semakin melebar. Titik perhatian: Tubuh Surip jibrat darah. Muka benjol-benjol. Dari pelipis kiri mengucur darah. Baju putih berlepotan warna merah. Continue reading “Lelaki Kekar”

Istana Cinta untuk Wima

Tarpin A. Nasri
http://www.lampungpost.com/

MASUK dua tahun aku menjalin tali cinta dengan Wima. Akan tetapi baru kali ini aku menginjakkan kaki di rumahnya. Meski tidak besar dan tidak tingkat, rumah Wima langsung menyedot minatku. Rumah yang ukurannya sedang-sedang saja itu pesonanya luar biasa asri dengan gordennya yang indah. Apalagi bagian dalamnya. Tidak terkesan mewah sih, tetapi setting ruangnya pas banget. Aku dibuatnya kagum berat. Continue reading “Istana Cinta untuk Wima”

Bau Kematian

Jenny Ang
http://www.jawapos.com/

APA yang bisa kukenang dari seorang pria yang meninggal tadi pagi, yang jatuh telungkup dengan kedua tangan tertekuk di samping badannya yang basah karena siraman gerimis? Pemandangan itulah yang kulihat ketika aku membuka jendela flat-ku untuk merasakan gerimis yang jatuh dengan telapak tanganku. Aku berteriak dan berlari turun untuk menolong pria ini. Para penghuni flat bermunculan untuk mengetahui apa yang telah terjadi dan ternyata dia sudah meninggal. Continue reading “Bau Kematian”

S A N G G U R U

Humam S Chudori
suarakarya-online.com

“Kamu ngomong apa Dik? Apa saya tidak salah dengar?” tanya Tardi kepada istrinya. Ia seperti tidak percaya dengan pernyataan yang baru saja dilontarkan Asfina. Betapa tidak, tanpa prolog terlebih dulu, tiba-tiba perempuan berhidung mancung itu mengatakan ingin berhenti kerja.
“Benar, Mas. Saya sungguh-sungguh.” Continue reading “S A N G G U R U”

M o d a r

Eko Hartono
http://www.suarakarya-online.com/

“Timan jatuh dari pohon!” Kabar itu menggema ke seantero kampung. Orang-orang berhamburan dan bergegas ke rumah Timan. Ingin tahu yang sebenarnya. Seakan mereka tak percaya tentang kabar yang tersiar itu. Bagaimana mungkin Timan bisa jatuh? Bukankah dia terkenal pintar memanjat? Setinggi apa pun pohon berani dipanjatnya. Tak heran, dia dijuluki Timan Munyuk yang artinya Timan monyet! Continue reading “M o d a r”

Bahasa ยป