TEROR

AS. Sumbawi

Dua puluh tahun yang lalu, aku dilahirkan oleh seorang yang kukenal sebagai ibu. Ibuku seorang perempuan. Akan tetapi, hingga saat ini, belum pernah terjadi percakapan tentang seorang perempuan di antara kami. Padahal, aku sudah bukan kanak-kanak lagi, melainkan seorang laki-laki. Barangkali karena tinggal jauh dari rumah, aku jadi jarang bertemu dan berbicara dengannya. Hanya sekali dalam sebulan, dan itupun lewat telepon. Continue reading “TEROR”

Spektrum

A. Rodhi Murtadho *

Spektrum terus memancar. Mengaromakan anyir yang tak henti-henti. Menindas segala galau dan cemas. Suara-suara sumbang tak mendamaikan. Amarah Karti menambah keruh pikiran. Murka semua orang di kala kembang desa yang banyak dipuja lelaki tiba-tiba seperti orang gila. Semua lelaki diajaknya senggama. Membiarkan mereka menikmati tubuhnya yang dulu benar-benar dijaga kesuciannya agar benar-benar menjadi kembang desa tulen. Continue reading “Spektrum”

Kambing

Joni Ariadinata
jawapos.com

Di pintu surga nanti, ia adalah kambing yang sial. Daging memang gemuk-gempal, bulu putih mulus, tanduk melingkar kokoh, harapan hidup dan masa depan gemilang –ya ya, memang begitu, semua ihwal tentang syarat masuknya ”surga para kambing” (seperti yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya) telah tercukupi. Maka ketika roh baiknya dicabut, ia tersenyum. Di saat liang nafasnya ngorok lantaran sekarat, kamu bayangkanlah itu: ”darah ini muncrat melesat dari jantung muda dan sehat!” Continue reading “Kambing”

PARIT DORBA

Fakhrunnas MA Jabbar
jurnalnasional.com

DORBA memang bukan Kranak. Keduanya pun tak pernah bersua sepanjang hidupnya. Dorba ada di tengah lahan gundul di kawasan pebukitan pedalaman Minas. Sedang Kranak berjuang di pedalaman Amazon. Hanya saja, dua-duanya terbilang suku asli di kawasan masing-masing. Dorba tak banyak tahu soal Kranak, suku Indian yang nasibnya tersudut dalam kepungan perubahan zaman. Itu pun setelah seorang peneliti suku Sakai menceritakan kegigihan Kranak padanya. Continue reading “PARIT DORBA”

Bahasa »