Senyum di Balik Ilalang

Teguh Winarsho AS
Suara Karya, 17 Juli 2005

SENJA yang indah telah lama lewat disusul gelap merayap. Gelap yang selalu mengingatkanku pada seseorang yang pergi diam-diam kala gerimis turun pada suatu malam. Gerimis yang menyerupai jarum-jarum tajam berdenting di atas genting bagai petikan gitar seorang musafir di hamparan padang luas menyuguhkan kesunyian dan kekosongan. Membuat perasaanku cabik, ngilu dan perih, seperti ada luka lama yang kembali menganga, menjemput resah segenap kenangan. Continue reading “Senyum di Balik Ilalang”

Kota-Kota Hikayat

Raudal Tanjung Banua
jawapos.com

DAN akhirnya, berapa lama sebuah kota tumbuh dan runtuh? Seratus atau seribu tahun, berabad-abad atau tak tercatat?

Sesungguhnya, di dunia ini ada kota-kota yang tumbuh abadi, meski fisiknya sudah lama runtuh atau berganti, namun namanya tidak. Setidaknya itulah yang kurasakan, sejak masih seorang kanak hingga berangkat remaja, di kepalaku ada sejumlah kota yang jika namanya kulafalkan sedikit saja, maka ia akan tersepuh seperti suasa; Continue reading “Kota-Kota Hikayat”

K o m a

S. Jai

AKHIRNYA zombie hipertensi itu benar-benar memperdayainya. Bertahun tahun lelaki itu bergelut sebelum tekuk lutut, toh penyakit yang bersarang di tubuhnya itu gila kuasa.

Dia takluk tanpa ampun. Dia dijatuhkan di muka umum, tanpa peduli lelaki bernama Kesturi itu orang baik, harum. Kesturi roboh tanpa ragam belas kasih atas nama keluarga, cinta, kemiskinan, anak-anak, apalagi utang-piutang dan seabrek. Segalanya menghilang. Continue reading “K o m a”

Rumah Duka

Ratih Kumala
cetak.kompas.com

Hal pertama yang muncul di kepala saat laki-lakiku menamatkan sisa nyawanya adalah; mungkin perempuan itulah yang lebih kehilangan dibanding aku, istri sahnya. Ketika itu jarum jam menggenapkan pukul tiga pagi. Anak perempuanku menangis berteriak memanggil-manggil nama papahnya, gema suaranya menyayat ke sudut-sudut koridor rumah sakit. Aku menangis tertahan. Sedang anak laki-lakiku menjadi bisu dan dingin. Continue reading “Rumah Duka”

Bahasa ยป