Senapan

AS. Sumbawi

Sejujurnya, barangkali kita akan membawa lari ketakukan kita saat mengetahui seseorang berdiri di pinggir jalan dengan membawa senapan yang siap mengambil nyawa manusia. Apalagi dandanan seorang itu begitu menyeramkan. Bermata tajam elang yang memburu mangsa dan bertubuh besar seperti raksasa. Continue reading “Senapan”

S e n g a u

S. Jai

KESEGARAN pagi ini nresep perasaanku. Lebih hebat dari tumpukan gunung dan lembaran langit. Dua makhluk ciptaan Tuhan paling angkuh di mataku, di atas ubun-ubunku, tapi begitu mungil di dasar hati dan pikiranku. Segala benda terkukuh di semesta atas kemauanku sendiri bisa berada dalam genggaman tanganku, kubuat mainan di telapakku dalam waktu singkat yang memadat. Sekejab. Continue reading “S e n g a u”

Laki-laki dari Pulau Salju

AS. Sumbawi

Sebagai seorang laki-laki, sebenarnya berapa teman perempuan anda? Hanya beberapa. Atau sepuluh. Seratus. Seribu. Barangkali seratus ribu dua ratus lima puluh enam. Tak terhitung. Ya, terserah berapa anda menyebutkan. Akan tetapi, Saya pasti akan meragukan jika anda mengatakan bahwa teman perempuan anda sebanyak jumlah perempuan yang hidup di dunia sekarang ini. Apakah benar demikian?! Continue reading “Laki-laki dari Pulau Salju”

Pesta (Poet in Exile)

Sunaryono Basuki Ks
jawapos.com

Perjalanan dengan bus malam dari London ke Paris menguras tenagaku, walau tempat duduk nyaman, sebagaimana biasa aku tetap tak bisa tidur dalam perjalanan. Widana dalam stelan jasnya yang trendy menjemputku di stasiun bus dan segera menggiringku menyeberang jalan dan masuk stasiun metro dan melaju ke Rue Losserand tempat dia tinggal bersama istri dan anaknya. Danielle menyambutku dengan hangat pada kunjunganku yang kedua ini. Kali ini aku sendirian, lima tahun sebelumnya aku datang bersama dua orang teman dalam perjalanan pulang dari Columbus, AS. Continue reading “Pesta (Poet in Exile)”

Bahasa ยป