Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com

Nurel Javissyarqi*
nureljavissyarqi04@yahoo.com

Maaf, jika tulisan ini seruduk lompat-melompat radak ganjil. Karena saat menuliskannya sedang sakit kepala oleh kelelahan berposting ria. Seperti biasa, sakit ringan itu saya anggap bagian dari gejala keabadian. Dan yakinnya atas kesaksian bertutur kata; bahwa kelak setelah tiada, akan ada para penyimaknya. Atau mungkin sepaham sajaknya Subagio Sastrowardoyo dalam antologi Simphoni (Pustaka Jaya 1971) yang bertitel ALI BABA: Continue reading “Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com”

Konsep

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Kesenian adalah salah satu alat untuk mencurahkan makna, agar bisa ditumpahkan kepada manusia lain secara tuntas. Seperti sebuah baskom ia menampung darah yang keluar dari leher seniman yang menggorok dirinya, menggorok orang lain, situasi, problematik, lingkungan, misteri, makna-makna yang berserak, menempel, terapung, bersembunyi di mana-mana. Continue reading “Konsep”

KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Benarkah suratkabar Soenting Melajoe, terbit pertama kali 10 Juli 1912, sebagai perintis suratkabar perempuan? Adakah fakta sejarah yang mendukung bahwa perintis suratkabar perempuan adalah Roehana Koeddoes? Menempatkan Soenting Melajoe sebagai suratkabar pertama untuk perempuan jelas merupakan penafikan sumbangan suratkabar sejenis yang beredar sebelum itu. Sebagai catatan sejarah, ia perlu diluruskan. Bagaimanapun, ada sejumah fakta yang terlewatkan. Continue reading “KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI”

Pertunjukan ZERO

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

ZeroERLIS:Saya, bu Melani, dan Pak Sapardi sedang menyusun sebuah penelitian mengenai teater eksperimental, saya diminta untuk membaca dan memahami naskah-naskah drama eksperimental.

Saya sudah menonton teater Zero di Cd, saya tidak terlalu puas karena saya tidak dapat merasakan totalitas sebuah pertunjukan teater. Suasana magis yang dicoba dibangunkan lewat pertunjukan tersebut. Continue reading “Pertunjukan ZERO”

PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN HADIAH MAGSAYSAY

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Apa maknanya hadiah Magsaysay bagi kebudayaan dan kemanusiaan? Penghargaan atas nama mendiang Presiden Filipina, Ramon Magsaysay (1907?1957) yang tewas dalam kecelakaan pesawat tahun 1957 itu dimaksudkan sebagai penghormatan kepada seseorang yang mempunyai kebesaran jiwa dan semangat, integritas dan perjuangan untuk kebebasan. Pendirian Yayasan Hadiah Magsaysay dilakukan sejumlah seniman dan cendekiawan Filipina untuk menghormati jasa-jasa mendiang presiden ke-3 Filipina itu. Itulah ruh, substansi, hakikat, yang mendiami makna hadiah Ramon Magsaysay yang dianggap sebagai sosok manusia yang berjiwa besar dan konsisten dalam memperjuangkan kebebasan sebagai hak manusia yang paling dasar. Continue reading “PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN HADIAH MAGSAYSAY”