NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT KOREA-INDONESIA*

Maman S Mahayana *

/1/
Dibandingkan hubungan kebudayaan Indonesia-India, Indonesia-Cina, atau Indonesia-Jepang,1 hubungan kebudayaan Indonesia-Korea Selatan (selanjutnya disingkat Korsel), relatif baru terjadi belakangan.2 Tak begitu jelas, bagaimana hubungan kebudayaan kedua negara sebelum berakhir Perang Dunia Kedua. Tetapi setelah Korsel memulai pembangunan ekonomi dengan berbagai infrastrukturnya, serta mulai meningkatnya perkembangan dunia pendidikan, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) yang berdiri tahun 1954, membuka Department of Indonesian?Malay tahun 1964.3 Setelah hubungan Indonesia-Korsel meningkat, jalinan kerja sama kebudayaan dan kesusastraan, juga makin memperlihatkan kemajuan yang sangat berarti.4 Continue reading “NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT KOREA-INDONESIA*”

SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI DAN KRITIK SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Teori sastra (literary theory)[1] di Indonesia secara praksis sering kali dipahami juga sebagai kritik sastra (criticism).[2] Sementara kritik sastra tidak jarang diperlakukan sebagai pendekatan (approaches to literature).[3] Dalam hal ini, kritik sastra dianggap merupakan pendekatan yang dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk berbagai kepentingan penelitian terhadap karya sastra konkret. Demikianlah, dalam banyak perbincangan, baik teori sastra maupun pendekatan atau penelitian sastra, hampir selalu ditempatkan dalam pengertian sebagai kritik sastra. Atau di bagian lain, teori sastra dikatakan juga sebagai teori kritik sastra.[4] Jadi, pembicaraan mengenai strukturalisme atau semiotik, misalnya, dianggap sebagai bagian dari pembicaraan teori kritik sastra. Continue reading “SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI DAN KRITIK SASTRA INDONESIA”

Vagina yang Haus Sperma:

Heteronormatifitas dan Falosentrisme dalam Novel Ayu Utami
Katrin Bandel
http://www.facebook.com/group.php?gid=38840078585

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdebat dengan seorang kawan mengenai karya Ayu Utami. Setelah membaca beberapa tulisan saya yang mengkritik karya itu dan mempertanyakan politik sastra seputarnya, kawan saya tersebut dapat memahami pandangan saya. Tapi meskipun demikian, baginya novel Ayu Utami tetap memiliki sebuah kelebihan: Menurut pengamatannya, novel Saman merupakan karya pertama yang dengan cukup tepat merepresentasikan gaya hidup kelompok masyarakat tertentu, yaitu gaya hidup yang dipilih sebagian perempuan kelas menengah perkotaan di Indonesia (terutama Jakarta). Continue reading “Vagina yang Haus Sperma:”

Obor Revolusi Sastra Komunis

Fahrudin Nasrulloh*

Jejak dari Pojok Kampung

Ada persepsi miring dan kelam hingga kini ihwal gerakan Partai Komunis Indonesia. Pertarungan politik dan ideologi dari masa ke masa memiliki momentum masing-masing. Penistaan dan pengasingan eks PKI, atau yang berada di selingkungannya, baik keluarga maupun sanak saudara, tidak mendapatkan tempat di negeri ini. Peristiwa Gestapu 1965 seolah menggebyah semua itu, dan kesejarahan komunisme di Indonesia kian memerah. Continue reading “Obor Revolusi Sastra Komunis”

Puisi dan Anak-anak Sejarah Zainal Arifin Thoha

Pengantar Antologi Puisi ‘Mazhab Kutub’ terbitan PuJa (PUstaka puJAngga) 2010
Fahrudin Nasrulloh *

Suatu hari, sekisar pertengahan tahun 2007, saya berjumpa dengan Gus Zainal Arifin Thoha di Pesantren Tebuireng, Jombang. Hari itu diadakan pertemuan alumni. Beberapa teman dan kiai yang saya kenal juga tampak hadir. Salah satunya adalah penyair dari Jeruk Macan, Mojokerto, Kiai Khamim Khohari. Continue reading “Puisi dan Anak-anak Sejarah Zainal Arifin Thoha”