Teater Mandiri

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Teater Mandiri didirikan di Jakarta pada 1971. Kata mandiri berasal dari bahasa Jawa, yang dipopulerkan oleh Professor Djojodigoena dalam kuliah sosiologi di Pagelaran, Yogyakarta, pada tahun 60-an. Artinya orang yang sanggup berdiri sendiri, namun juga bisa bekerjasama dengan orang lain. Kata itu nampak sangat dibutuhkan dalam pembangunan kepribadian/jatidiri bangsa,di era lepas dari penjajahan phisik namun masih digondel banyak hambatan secara mentalitas.. Continue reading “Teater Mandiri”

Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com


Nurel Javissyarqi *

Maaf, jika kata-kata dalam tulisan ini seruduk lompat-melompat radak ganjil. Karena disaat menuliskannya sedang sakit kepala, oleh kelelahan berposting ria. Seperti biasa, sakit ringan saya anggap bagian dari gejala keabadian. Yang menerbitkan keyakinan atas kesaksian bertutur kata; kalau kelak kan ada para penyimaknya. Ini sepaham sajaknya Subagio Sastrowardoyo dalam antologi “Simphoni” (Pustaka Jaya 1971), yang bertitel ALI BABA: Continue reading “Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com”

Konsep

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Kesenian adalah salah satu alat untuk mencurahkan makna, agar bisa ditumpahkan kepada manusia lain secara tuntas. Seperti sebuah baskom ia menampung darah yang keluar dari leher seniman yang menggorok dirinya, menggorok orang lain, situasi, problematik, lingkungan, misteri, makna-makna yang berserak, menempel, terapung, bersembunyi di mana-mana. Continue reading “Konsep”

KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Benarkah suratkabar Soenting Melajoe, terbit pertama kali 10 Juli 1912, sebagai perintis suratkabar perempuan? Adakah fakta sejarah yang mendukung bahwa perintis suratkabar perempuan adalah Roehana Koeddoes? Menempatkan Soenting Melajoe sebagai suratkabar pertama untuk perempuan jelas merupakan penafikan sumbangan suratkabar sejenis yang beredar sebelum itu. Sebagai catatan sejarah, ia perlu diluruskan. Bagaimanapun, ada sejumah fakta yang terlewatkan. Continue reading “KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI”

Pertunjukan ZERO

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

ZeroERLIS:Saya, bu Melani, dan Pak Sapardi sedang menyusun sebuah penelitian mengenai teater eksperimental, saya diminta untuk membaca dan memahami naskah-naskah drama eksperimental.

Saya sudah menonton teater Zero di Cd, saya tidak terlalu puas karena saya tidak dapat merasakan totalitas sebuah pertunjukan teater. Suasana magis yang dicoba dibangunkan lewat pertunjukan tersebut. Continue reading “Pertunjukan ZERO”