MELQUIADES ITU BERNAMA PAMAN RIFKI

Dwicipta

“…Suatu hari nanti aku akan menulis buku dan aku akan memakai namamu untuk tokoh utamanya.”
“Sebuah buku seperti Pertev dan Peter?” aku bertanya, jantungku berdegup.
“Bukan, bukan buku bergambar, melainkan sebuah buku yang di dalamnya aku menuturkan ceritamu.” [Kehidupan Baru, hal 422]

Osman mengenang percakapannya dengan paman Rifki itu di ujung usahanya dalam mengetahui teka-teki di balik berbagai peristiwa yang telah dialaminya. Continue reading “MELQUIADES ITU BERNAMA PAMAN RIFKI”

DIMENSI KETUHANAN DALAM IBLIS DAN KEBINASAAN NEGERI SENJA

Puji Santosa

1. Pengantar

Dimensi hubungan manusia dengan Tuhan sering di­gam­barkan secara vertikal atau transendental, yakni manusia se­bagai makhluk dan Tuhan sebagai khalik atau Maha Pencipta. Ba­nyak orang membicarakan hubungan manusia dengan Tuhan sehingga menjadikan hubungan manusia dengan Tuhan sangat mendasar bagi kehidupan manusia di dunia. Sila pertama dari dasar negara Republik Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa tentulah segala sesuatunya selalu bertumpu pada dasar ne­ga­ra tersebut. Continue reading “DIMENSI KETUHANAN DALAM IBLIS DAN KEBINASAAN NEGERI SENJA”

ESTETIKA KESUFIAN “TUHAN, KITA BEGITU DEKAT” ABDUL HADI W.M.

Puji Santosa

1. Pendahuluan

Abdul Hadi W.M. adalah salah seorang penyair yang telah menghasilkan beberapa kumpulan sajak, antara lain, Terlambat di Jalan (1968), Laut Belum Pasang (1971), Cermin (1975), Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975), Meditasi (1975), Tergantung Pada Angin (1977), dan Anak Laut Anak Angin (1984). Salah satu sajak Abdul Hadi W.M. yang menarik dan kuat sehingga mengangkat dirinya sebagai penyair sufistik adalah sajak “Tuhan, Kita Begitu Dekat”. Continue reading “ESTETIKA KESUFIAN “TUHAN, KITA BEGITU DEKAT” ABDUL HADI W.M.”

Saut Situmorang: Lahir Seorang Besar dan Tenggelam Beratus Ribu

Asep Sambodja *
boemipoetra.wordpress.com

Ketika saya mendapat pesan singkat dari Saut Situmorang bahwa buku puisinya, otobiografi, telah terbit, saya sedang berada di kereta Taksaka menuju Yogyakarta. Dan saya memutuskan untuk segera mencari buku itu begitu sampai. Keesokan harinya, saya kesusahan mencari buku itu di Toko Buku Social Agency Kaliurang yang terkenal murah itu. Setelah lelah mencari, akhirnya saya meminta bantuan petugas untuk mencarikan di komputernya. Ternyata buku otobiografi Saut Situmorang itu diletakkan di rak buku sejarah, berdekatan dengan biografi Tan Malaka dan Pengantar Ilmu Sejarah Kuntowijoyo. Continue reading “Saut Situmorang: Lahir Seorang Besar dan Tenggelam Beratus Ribu”

Bahasa »