PRODUKSI SOSIAL TEKS DAN KONSEP ESTETIKA DALAM SASTRA KITA

Hasanuddin WS*
http://www.padangekspres.co.id/

Hal yang cukup mempengaruhi kreativitas para pengarang kita akhir-akhir ini yang juga bermuara kepada estetika karya adalah ?gangguan? apa yang dapat kita sebut sebagai aspek produksi sosial teks. Satu di antara yang berhubungan dan mempengaruhi pengarang kita hari ini adalah soal peran industri media cetak dan penerbitan. Dunia popularitas dan pencitraan yang muncul sebagai efek samping dari dunia industri media cetak dan penerbitan akhir-akhir ini lebih menyebabkan munculnya kebudayaan massa yang tak terelakkan. Continue reading “PRODUKSI SOSIAL TEKS DAN KONSEP ESTETIKA DALAM SASTRA KITA”

2009: Tahun Kebangkitan Prosa Jawa Timur?

Indra Tjahyadi
surabayapost.co.id

Siapa bilang Jawa Timur hanya provinsinya para penyair! Sebut saja nama-nama penulis prosa semacam Muhammad Ali, Budi Darma, Suparto Brata, Zoya Herawati, M. Shoim Anwar, Wawan Setiawan, Yati Setiawan, Beni Setia, Tan Tjin Siong, Lan Fang, Bonari Nabonenar, Sony Karsono, ataupun Imam Muhtarom yang merupakan nama-nama besar di dunia prosa Jawa Timur yang karya-karyanya begitu disegani, baik apakah itu dalam skala regional, nasional, bahkan internasional. Continue reading “2009: Tahun Kebangkitan Prosa Jawa Timur?”

‘Perilaku Berbahasa Masyarakat Memprihatinkan’

Reiny Dwinanda
http://www.republika.co.id/

Wacana
Bahasa sejatinya merupakan identitas suatu bangsa. Indonesia sebetulnya sudah mengikrarkan jati dirinya 100 tahun silam, lewat Sumpah Pemuda. Salah satu isinya mengungkapkan kesepakatan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.Kini, setelah 80 tahun berselang, masihkah janji itu dipegang teguh anak bangsa? Sebagian tentu telah membuat sumpah pemuda itu tergerus zaman. Namun, sebagian lain masih setia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup kesehariannya. Hanya saja, seberapa besar jumlah mereka, ini sulit dijawab. Continue reading “‘Perilaku Berbahasa Masyarakat Memprihatinkan’”

Artikulasi Tubuh dan Penjara Kata-kata

Mashuri
Media Indonesia

Bahasa teater tak sepenuhnya bisa diwakili dengan kata-kata. Jika teater hanya berkutat pada kata-kata, teater hanyalah aktualisasi dari sastra. Teater memiliki bahasanya sendiri sebagai eksplorasi ruang dan tubuh, dengan penekanan pada artikulasi dan pemahaman kemungkinan pada gerak dan distorsi tubuh, latar, kostum, musik juga tata lampu. Pada titik ekstrim, komunikasi teater bergaung secara metafisis dan spiritual tanpa perlu dibahasakan secara utuh dan verbal. Continue reading “Artikulasi Tubuh dan Penjara Kata-kata”

Bahasa ยป