Perihal Puisi Cerdas

Ribut Wijoto *
surabayapost.co.id

Ada semacam ungkapan, penulis mendapatkannya dari cerpenis asal Kediri, S. Jai, “banyak orang memiliki gagasan besar, dan sedikit orang yang mampu menuliskan kebesaran gagasannya”. Orang lain tidak bisa mengetahui gagasan besar seseorang oleh sebab bahasa yang diungkapkan tidak mengabarkan kekuatan gagasan besar. Bahasa dengan gagasan besar sama seperti puisi yang cerdas. Tidak saja secerdas penciptanya, penyair, malah lebih cerdas lagi. Continue reading “Perihal Puisi Cerdas”

Tubuh Manusia dalam Puisi

Indra Tjahyadi *
lampungpost.com

MAKIN kemari, sastra kita, rupa-rupanya, makin disibukkan gagasan-gagasan mengenai tubuh. Hal ini tidak hanya menjangkiti novel atau cerpen-cerpen kita kini, akan tetapi juga puisi-puisi.

Begitu juga yang terjadi dalam puisi. Semisal puisi-puisi karya Binhad Nurrohmat dalam kumpulan puisinya yang berjudul Kuda Ranjang (Melibas, 2004). Pada kumpulan puisinya tersebut, secara sadar, Binhad menempatkan gagasan tubuh manusia menjadi semacam penggerak utama puisinya. Tengok saja larik-larik puisinya yang berjudul “Bunting” (2004: 28–29). Continue reading “Tubuh Manusia dalam Puisi”

Taman Puisi Gelap Surabaya

S Yoga *
suarakarya-online.com

Tak bisa dipungkiri, bahwasanya puisi gelap begitu marak perkembangannya di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Pengistilahan puisi gelap sendiri masih bisa diperdebatkan lagi, juga mutu puisi tidak terkait dengan istilah puisi gelap atau puisi terang. Istilah ini juga sudah biasa digunakan untuk menyebut kecenderungan puisi-puisi dari penyair komunitas Airlangga. Continue reading “Taman Puisi Gelap Surabaya”

Sastra Indonesia Menutup Abad

Dari Madura ke Pergaulan Dunia

Agus R. Sarjono *
kompas.com

SEBAGAIMANA banyak segi dalam kehidupan di Indonesia, sastra pun memiliki kecenderungan kuat untuk serba memusat. Kecenderungan berkiblat ke pusat itu terlihat dalam banyak segi, baik segi tematik maupun estetik. Tema-tema protes sosial, misalnya, digarap dan ditulis sebagai reaksi dan tanggapan terhadap persoalan-persoalan yang hidup di pusat pemberitaan. Continue reading “Sastra Indonesia Menutup Abad”

Subversivitas Sastra Indonesia Modern

Misbahus Surur*
http://www.jawapos.com/

Betapa kelam yang mengendap dalam labirin peristiwa, kerap melahirkan momentum yang senantiasa ingin dikenang oleh generasi masa kini. Kendati, untuk sungguh-sungguh mencecap pesan sebuah zaman atas sajian ciptaannya, tidaklah mudah. Paling tidak, kita harus rela menghanyutkan diri pada dalamnya senarai ragam peristiwa yang diguratkan oleh sebuah takdir. Continue reading “Subversivitas Sastra Indonesia Modern”

Bahasa ยป