Rakhmat Giryadi
Kalau kita hitung, berapa jumlah teater nonkampus –untuk tidak menyebut profesional- di Surabaya? Kalau kita hitung-hitung tak melebihi jumlah jari tangan. Sementara yang masih eksis ‘berproses’ barangkali cuma berjumlah separuhnya. Beberapa bisa kita sebut, Teater Tobong, Teater Api Indonesia (TAI), Teater Jaguar, dan –mungkin- Bengkel Muda Surabaya, Teater Ragil. Untuk sementara kelompok-kelompok inilah yang masih memiliki greget menggairahkan perteateran di Surabaya. Bahkan mereka bisa diklaim sebagai rujukan eksistensi teater Surabaya di tingkat nasional. Continue reading “TEATER SURABAYA DI TENGAH KRISIS PENGAMATAN”
