H.B. Jassin tanpa Wahyu

M. Fadjroel Rachman
http://www.jawapos.com/

Membaca Hudan Hidayat, membaca Nabi Tanpa Wahyu (2008), adalah membaca sastra Indonesia muda yang jatuh bangun merintis jejak di dunia baru dalam aras nasional, regional, dan global. Hudan Hidayat (HH) tak lelah-lelah mencari jejak penulis baru, menciumi aroma pembeda, menelisik simpangan subtil, mencari kaitan pergaulan sastra Indonesia baru dan globalisasi dunia baru. Continue reading “H.B. Jassin tanpa Wahyu”

Mengais Realitas dalam Novel Sejarah

Misbahus Surur
http://www.jawapos.co.id/

Dewasa ini, begitu banyak novel bertemakan sejarah. Novel tersebut tidak sulit kita dapatkan di deretan rak toko buku. Antara lain, novel serial Gajah Mada oleh Langit Kresna Hariadi (LKH), lima jilid yang tebalnya lumayan menguras pikiran. Lalu sebuah novel tentang sejarah kehidupan kongsi dagang zaman Hindia Belanda, VOC, berjudul Rahasia Meede; Misteri Harta Karun VOC, yang ditulis E.S. Ito. Continue reading “Mengais Realitas dalam Novel Sejarah”

Tonggak-tonggak Sastra Indonesia

F Rahardi *
Kompas, 13 Feb 2000

BAGI masyarakat awam, tonggak-tonggak sastra Indonesia adalah “angkatan” Pujangga Baru, ’45, dan ’66, sebab itulah yang diajarkan di sekolah. Setelah Angkatan ’66, pernah ada yang ingin melansir Angkatan ’80. Kemudian ada pula yang sangat bernafsu memproklamirkan Angkatan 2000. Tetapi, kalangan sastra sendiri tidak terlalu memusingkan perihal tersebut. Mereka cenderung melihat tonggak sastra berdasarkan munculnya figur kuat. Continue reading “Tonggak-tonggak Sastra Indonesia”

Sastra Politik, Dikotomik, atau Biografik?

Toni Aprito
http://www.lampungpost.com/

SASTRA dan dinamika politik, bagaikan kumparan gasing dan talinya; siapa mengendalikan siapa. Apakah tali yang mengendalikan gasing atau justru gasing yang tanpa tali tak mungkin berputar.

Demikian pula kesustraan di Indonesia, ia berkait erat dengan proses politik yang terjadi. Kisi-kisinya mengembangkan nuansa politik. Ini mungkin pengaruh masyarakat dan tradisi politik Indonesia. Continue reading “Sastra Politik, Dikotomik, atau Biografik?”

Bahasa ยป