Ombak

Arie MP Tamba
Jurnal Nasional, 14 Sep 2008

Ombak itulah yang membangunkan aku lagi padamu:
rambutmu masih hijau meskipun musim berangkat coklat.
Kujahit lagi robekan-robekan tahun pada gelisahku
dan darahmu kembali mengatakan yang ingin diucapkan jantung. Continue reading “Ombak”

Pengarang dan Proses Kreatif

Fahrudin Nasrulloh
Jawa Pos, 6 Agu 2006

Suatu hari di pertengahan April 2006, ketika saya bertandang ke sebuah toko buku di Yogyakarta, secara kebetulan saya mendapati sebuah buku karya A.S. Laksana berjudul Creative Writing: Tips dan Strategi untuk Menulis Cerpen dan Novel. Satu hal yang menarik dari buku ini adalah si penulis menawarkan strategi baru (baca: tips dan kiat) dalam dunia karang-mengarang. Continue reading “Pengarang dan Proses Kreatif”

Kontradiksi Diskursus Poskolonial di Indonesia

Mashuri

Kisah-kisah merupakan hal terpenting di antara apa yang dikatakan oleh para penjelajah dan para novelis tentang kawasan-kawasan asing di dunia; kisah-kisah itu juga menjadi metode masyarakat yang terjajah untuk menegaskan identitas diri mereka sendiri serta eksistensi sejarahnya sendiri (Edward Said, Culture and Imperalism, hal xiii) Continue reading “Kontradiksi Diskursus Poskolonial di Indonesia”

Romo Mangun dalam Kacamata Saya yang Tebal

Bernando J. Sujibto *

SASTRA humanistik yang berakar kepada konteks kehidupan akar rumput, sebuah upaya berkesenian yang kembali kepada fitrahnya (baca: littérature engagée), meminjam istilah Jean-Paul Sartre (Paris, 21 Juni 1905 – id. 15 April 1980), sastrawan eksistensialis Prancis, akan dengan mudah ditemukan dalam diri sosok sastrawan-novelis Y.B. Mangunwijaya. Continue reading “Romo Mangun dalam Kacamata Saya yang Tebal”

Naskah Kuno, Jawa, dan Islam

Fahrudin Nasrulloh
Suara Merdeka, 16 Sep 2007

Tatkala riwayat dinasti Majapahit dikhatam dengan masuknya Islam dan berdirinya kerajaan Demak. Maka porak-porandalah kerajaan itu, sirna ilang kertaning bumi, di abad ke-14 M. Imperium malang itu, yang kini tilasnya bisa disambangi di Trowulan Mojokerto, nyaris hanya meninggalkan segelintir cecandi, artefak yang kabur, dan arca-arca terlantar yang kerap dijarah orang. Setelah itu kasultanan Demak berdiri pada abad ke-16 M. Ada dua naskah Jawa Islam yang ditulis pada zaman Demak ini, yaitu Het Boek van Bonang dan Een Javaans Geschrift de 16e Eew (semacam Primbon Jawa abad ke-16 M). Continue reading “Naskah Kuno, Jawa, dan Islam”

Bahasa »