JALAN LAIN TAKDIR: KESEMPATAN DAN PELARIAN

Tentang Wabah dalam Film Fall of Ming
S. Jai

“Ada banyak sekali pengobatan di dunia ini, tapi tak ada yang bisa menyembuhkan penyesalan,”ucap Tabib Wu Youke kepada Panglima Perang terakhir Dinasti Ming, Jenderal Sun Chuanting dalam Film Fall of Ming, Da Ming Jie (2013).

Film ini mengisahkan jalan hidup seorang tabib yang tak mau mengobati penyakit bagi orang yang pembohong, penipu,  orang yang berkuasa yang dengan kekuasaannya memaksanya atau mengganggu orang lain. Continue reading “JALAN LAIN TAKDIR: KESEMPATAN DAN PELARIAN”

Romantisisme dalam Sastra Indonesia

Boen S. Oemarjati

A. Pengertian Romantisisme

Pengertian Romantisisme sangat aneka ragam. Mungkin, karena mengacu pada gerakan yang melawan akal, ilmu pengetahuan, otoritas, tradisi, keteraturan, dan disiplin yang mengguncang peradaban Barat akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19, dan mewujud dalam pembaruan-pembaruan sosial, politik, dan moral, terutama di bidang kesenian. Continue reading “Romantisisme dalam Sastra Indonesia”

MENEGUHKAN KEINDONESIAAN, MEMULIAKAN KEBERAGAMAN:

POLITIK BAHASA DI DALAM KEMAJEMUKAN BANGSA
Djoko Saryono *

/1/
Politik dan bahasa adalah dua istilah yang sekarang dihubungkan, bahkan disenyawakan. Dua istilah itu dapat kita lihat dalam dua macam hubungan. Pertama, hubungan koordinatif atau sejajar antara politik dan bahasa. Di sini politik dan bahasa ber¬interaksi, saling mempengaruhi, dan tarik-menarik secara setara dan seimbang. Continue reading “MENEGUHKAN KEINDONESIAAN, MEMULIAKAN KEBERAGAMAN:”

Hari Puisi : Titik Balik Perspektif

Halim HD *
Kompas, 18 Agu 2013

Tak ada yang melarang jika seseorang mengoreksi, melakukan otokritik terhadap apa yang dinyatakan atau dilakukannya pada masa lampau. Justru kesadaran kepada self criticism itulah yang menjadi salah satu keunggulan manusia sebagai makhluk kebudayaan. Tanpa sikap dan cara berpikir kritis kepada diri sendiri, hanya menciptakan sejenis sikap narsisus dan akan terperangkap ke dalam sikap megalomanian. Continue reading “Hari Puisi : Titik Balik Perspektif”

Bahasa »