Memopulerkan Karya Sastra

Bernando J Sujibto *
Kompas, 30 Des 2017

Usaha karya sastra menjadi populer atau bisa dinikmati secara populus (people, masyarakat luas) tentu saja tidak harus berasal dari sastra populer. Karya sastra populer menjadi populer sudah menjadi barang biasa, tetapi karya sastra serius kemudian menjadi populer akan memantik diskusi yang menarik dalam konteks kajian kebudayaan kita secara umum. Continue reading “Memopulerkan Karya Sastra”

WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (3)

Djoko Saryono *

Sastra sufistis atau bernafas tasawuf kental dengan tema-tema transendental atau spiritual. Tema-tema transendental atau spiritual dalam sastra bertautan dengan perkara-perkara transendental atau spiritual. Pertemuan dengan Tuhan, persatuan (kesatuan) wujud atau metaforis dengan Tuhan, kecintaan atau kemabukcintaan akan Tuhan, kerinduan akan Tuhan, ketauhidan, kesempurnaan, keselamatan, kerinduan akan Tuhan, dan kemakrifatan merupakan beberapa tema tasawuf yang spiritual yang sering digarap oleh para pernyair-sufi dan terkandung dalam sastra. Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (3)”

GATOLOCO DAN DEWI MLENUKGEMBUK

Makalah Kemah Sastra IV Medini

F. Rahardi *

Gatoloco, merupakan tokoh sentral dalam buku dengan judul sama. Lengkapnya judul buku itu Suluk Gatoloco, Kitab Gatoloco, Balsafah (filsafat) Gatoloco. Buku yang menggunakan Bahasa Jawa modern, dengan huruf Jawa ini dan terbit di Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah; pada awal abad 19, atau akhir abad 18 ini merupakan karya seorang penulis anonim. Continue reading “GATOLOCO DAN DEWI MLENUKGEMBUK”

Bahasa ยป