Pengarang Tionghoa dalam Konstelasi Kesusastraan Indonesia

Jemi Batin Tikal *
kreskit.pbsi.uad.ac.id, 3 Sep 2019

Karya sastra peranakan Tionghoa di masa lampau tercecer dan tak tercatat dalam sejarah kesusastraan Indonesia, sedangkan pengarang dan karya sastra peranakan Tionghoa di masa kini sulit diidentifikasi sebab telah berganti nama-nama yang terdengar seperti nama Indonesia dan melebur menjadi bangsa Indonesia. Di sisi lain, etnis Tionghoa jadi kehilangan identitas (baca: nama) mereka dan hilangnya identitas ini akan menyulitkan pencarian dan penelusuran kontribusi mereka bagi pembangunan bangsa Indonesia, khususnya dalam hal sastra. Continue reading “Pengarang Tionghoa dalam Konstelasi Kesusastraan Indonesia”

Perempuan dalam Karya Sastra

Junaidi Khab *
Lampung Post, 4 Mar 2018

Pada Minggu, 28 Agustus 2016 cerita pendek (cerpen) karya N. Mursidi berhasil tayang di salah satu koran Jogja. Ia menulis cerpen dengan judul Tiga Wanita yang Menangis untuk Sebuah Kematian (Harian Jogja). Membaca karya ini, kita akan melewati jalan melankolis dan kesedihan yang tiada henti. Substansinya, sebuah konflik fisik atau batin dalam sebuah kisah sangat lumrah. Begitu pula dengan sosok perempuan yang menjadi ulasan empuk untuk dijadikan kambing hitam dalam cerpen Mursidi. Continue reading “Perempuan dalam Karya Sastra”

SASTRA KONTEKSTUAL: WARISAN ARIEF BUDIMAN

Djoko Saryono *

Pada April lalu (23 April 2021) genaplah satu tahun Arief Budiman meninggalkan kita semua, pulang ke rumah sejati setiap makhluk. Saya ingin mengenangnya saat itu. Namun, ada saja kesempitan yang datang. Baru sekarang saya bisa mengenangnya dalam satu tulisan — itu pun tulisan lama yang saya “semir ala kadarnya”. Semoga tulisan ini bisa menjadi doa bagi mendiang Arief Budiman, yang membuatnya semakin damai di rumah keabadian. Pembaca budiman, nikmatilah seraya menghikmati puasa Ramadan pada hari libur ini. Continue reading “SASTRA KONTEKSTUAL: WARISAN ARIEF BUDIMAN”

CERITA-CERITA SILAT KHO PING HOO

Aprinus Salam *

Cerita silat itu salah satu genre sastra (prosa). Setiap genre sastra selalu ada pengikutnya/pembacanya. Dalam genre silat itu, masih terdapat sub-sub genre lagi. Ada cerita silat sub-genre roman, detektif, sejarah, dan sebagainya, dengan selingan humor, percintaan, seks, teknologi persenjataan dan silat itu sendiri, politik, filsafat, dan etika.

Kadar budaya cerita silat cukup kental, karena cerita silat selalu berbasis budaya lokal tempat cerita silat itu diceritakan. Continue reading “CERITA-CERITA SILAT KHO PING HOO”

Mengenang Arief Budiman, Tokoh Sastra Pencetak Sejarah

Yohanes Sehandi *

Hari ini Jumat, 23 April 2021, genap satu tahun tokoh sastra Indonesia modern, Arief Budiman, meninggal dunia. Beliau meninggal dunia pada Kamis, 23 April 2020, di Salatiga, dalam usia 79 tahun. Arief Budiman lahir di Jakarta pada 3 Januari 1941.

Pada waktu Arief Budiman meninggal dunia, teman akrabnya, Ariel Heryanto, menulis kesan singkat di akun Facebook-nya: “Kesan yang paling kuat tentang Arief yang saya simpan adalah sosoknya sebagai aktivis dan intelektual publik. Berbeda dengan kebanyakan aktivis, Arief berjiwa aktivis sedalam-dalamnya dan nyaris seumur hidup.” Continue reading “Mengenang Arief Budiman, Tokoh Sastra Pencetak Sejarah”

Bahasa »