KARYA SASTRA(WAN) GENERASI FACEBOOK DI ERA DIGITAL

Badaruddin Amir *

Seorang pengarang senior mengungkapkan kedongkolannya terhadap karya-karya sastra yang sering nongol melalui media sosial facebook. Ia menyebut karya-karya sastra yang di facebook saat ini tak lebih hanya bernilai sampah. Tak ada kualitas sama sekali. Cerpen-cerpennya hanyalah kalimat-kalimat kosong yang ditulis semodel cerpen. Sama sekali tak ada pendalaman, tak ada hakikat kehidupan yang diungkapkan; esai/kritiknya asal bunyi, asal nyemprot tak ada rujukan yang dapat ditelusuri; jangan lagi puisi-puisinya yang asal ditulis dalam bait-bait. Continue reading “KARYA SASTRA(WAN) GENERASI FACEBOOK DI ERA DIGITAL”

Melecehkan Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Literasi

Holy Adib *
Haluan, 26 Feb 2017

Salah satu cara melecehkan bahasa Indonesia melalui kegiatan literasi adalah menyelenggarakan acara literasi, seperti diskusi dan pameran buku, dengan menamai acara tersebut menggunakan bahasa Inggris.

Salah satu acara seperti itu sedang berlangsung di Sumatra Barat (Sumbar), yakni Minang Book Fair (MBF) 2017. MBF adalah pameran buku yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi), dan Perpustakaan Nasional RI (PNRI) di Masjid Raya Sumbar Continue reading “Melecehkan Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Literasi”

Tuhan dalam Bahasa Indonesia

Rohman Budijanto *
Majalah Tempo, 27 Jun 2010

Di saat kosmologi maju pesat, umat beriman masih belum juga menyesuaikan konsep di mana keberadaan Tuhan. Dalam kelaziman ungkapan sehari-hari, kuat terkesan Tuhan masih ditempatkan di atas, sehingga kata ganti Tuhan adalah “Yang di Atas”. Padahal, dalam konsep dan observasi kosmologi, tak ada atas dan bawah. Semua posisi relatif, tergantung pandangan pengamat. Continue reading “Tuhan dalam Bahasa Indonesia”

KEKUATAN MASYARAKAT DIAM

Aprinus Salam *

Kekuatan besar dalam suatu negara terletak pada masyarakatnya yang diam, atau memilih diam. Dalam proses sejarah politik dan sosial yang panjang, banyak orang terpaksa belajar diam. Mereka memilih diam karena tidak ingin ada kegaduhan yang tidak penting.

Lebih dari itu, mereka memilih diam karena mereka memiliki pendapat sendiri, sesuai dengan proses negosiasi yang ada dalam ruang kesadaran diri dan pikiran mereka masing-masing. Continue reading “KEKUATAN MASYARAKAT DIAM”

Bahasa »