Apologia, Absurditas dan Puisi

Mashuri

Abad ini tidak hanya berada di akhir gagasan tentang puisi. Dunia imaji sudah terbelah dan jumbuh dengan realitas yang terfiksikan; dan ide-ide tentang bahasa semakin rapuh dan jauh dari proyeksi kreatif. Dalam kondisi hiperrealitas dan dunia dengan citra yang direkayasa, diperlukan upaya kreatif yang subversif untuk mengoyak kebuntuan itu. Salah satunya adalah dengan menembus batas, dan meradikalkan konsep tradisi dan pembaruan dalam titik yang paling ekstrim. Continue reading “Apologia, Absurditas dan Puisi”

Buku Puisi versus Buku Cerpen

Fahrudin Nasrulloh
Jawa Pos, 13 Juli 2008

Pada awalnya sejarah sastra kita adalah puisi. Dimulai dari pantun hingga puisi lama yang dapat disusuri lewat puisi-puisi Amir Hamzah. Selanjutnya berkembang di masa Chairil Anwar pada era 45. Kemudian gebrakan Sutardji Calzoum Bachri dengan membebaskan makna dari beban kata pada 1970-an dan Afrizal Malna pada 80-an dengan “puisi gelap”nya. Continue reading “Buku Puisi versus Buku Cerpen”

MENGADA BERSAMA JOSTEIN GAARDER

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=72

“Untuk mengada, kita tidak hanya mendapat jatah tempat. Kita juga punya rentang waktu yang sudah ditetapkan.” (Jostein Gaarder).

Pun bagaimana, dunia diciptakan melewati pengadaan, semisal mengawali tulisan yang menggelora. Segala yang terbentang kemudian, ternyata bukan endapan dalam, juga tidak sedari rentetan panjang penalaran. Kadang keseluruan mendadak meloncat dari fikiran-perasaan yang sempat terbangun, yang tidak sanggup mengikuti gerakan peredarannya. Continue reading “MENGADA BERSAMA JOSTEIN GAARDER”

Penjungkirbalikan Logika Formal

dijumput dari Jurnal Nasional, 7 Sep 2008
Dwi Fitria
Melalui cerpen-cerpennya, Danarto mempertontonkan berbagai peluang logika cerita yang tak harus konvensional.

Eksperimentasi dalam khazanah Sastra Indonesia mulai marak pada 1970-an. Saat inilah muncul eksplorasi yang amat beragam bentuknya. Para penulis menjajal gaya berbahasa yang berbeda, bereksperimen dengan teknik bercerita, juga mencoba memasukkan elemen-elemen visual sebagai bagian dari karya mereka. Continue reading “Penjungkirbalikan Logika Formal”

Pengarang yang Menggandeng Jibril

dicawuk dari Jurnal Nasional 7 Sep 2008.
Grathia Pitaloka
Berbicara mengenai spiritualitas dalam karya sastra Indonesia, tak genap rasanya bila tak menyebut Danarto.

Membaca cerpen-cerpen Danarto, lelaki kelahiran Sragen, 27 Juni 1940 ini, seperti masuk ke sebuah dunia asing layaknya Alice in the Wonderland. Dengan cantik Danarto menyulap pohon, hantu, bahkan ayat suci Al Quran menjadi tokoh dalam ceritanya. Berlatarkan nuansa Jawa yang sangat kental, Danarto mengetengahkan cerita bergaya surealis lengkap dengan pilihan kata fantastis. Continue reading “Pengarang yang Menggandeng Jibril”