GASTROKRITIK SASTRA: KAJIAN SASTRA GASTRONOMIS

(GASTROCRITICISM: GASTRONOMIC LITERARY STUDIES)

Djoko Saryono *

/1/
Sampai sekarang pada umumnya masyarakat atau kita memandang boga dan puisi-fiksi merupakan dua dunia yang berbeda, bahkan terpisah sangat jauh, yang mustahil bertemu, apalagi bersatu bahu-membahu. Dunia boga merupakan urusan tata boga dan ‘perut dan mulut’, sedangkan dunia puisi-fiksi merupakan urusan seni atau sastra dan ‘rasa dan jiwa’. Continue reading “GASTROKRITIK SASTRA: KAJIAN SASTRA GASTRONOMIS”

RESIDENSI BIAR PANDAI

Anindita S. Thayf *
Radar Mojokerto, 19/07/2020

Seseorang pernah berkata, “Bahkan penulis pun butuh piknik.” Tak disangka, ide serupa juga pernah diungkapkan Nietzsche puluhan tahun lampau. Saya baru mengetahuinya saat membaca karya sang filsuf berjudul Mengapa Aku Begitu Pandai. Nietzsche ternyata suka rekreasi dan menganggapnya sebagai sesuatu yang mesti dilakukan. Saking pentingnya hal itu, Nietzsche memasukkan rekreasi sebagai satu dari tiga unsur yang mempengaruhi kepandaiannya. Continue reading “RESIDENSI BIAR PANDAI”

Bahasa »