Kritik dalam Karya Sastra, Ketakutan Penguasa, dan Ketakutan Kepada Penguasa

Sunaryono Basuki Ks
http://www2.kompas.com/

KARYA seni meniru alam, begitu kira-kira kata Aristoteles. Inilah prinsip mimesis, meniru alam. Alam beserta isinya yang dihamparkan Allah adalah milik Allah semata (Surat Yunus, Ayat 55 dan 66), dan memang sangat layak menjadi sumber segala keindahan, dan menjadi satu-satunya sumber yang ditiru dalam seni. Alam yang dimaksud oleh Aristoteles tentu saja tidak terbatas pada pemandangan alam, tetapi termasuk juga manusia penghuni alam ini, perilakunya, pandangan hidupnya, wataknya, sikapnya. Ahli lain menyebutnya sebagai kehidupan. Continue reading “Kritik dalam Karya Sastra, Ketakutan Penguasa, dan Ketakutan Kepada Penguasa”

ABSTRAKSI PENCARIAN TUBUH BAHASA

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

?Sesungguhnya sebagian dari perkataan fasih itu ada sesuatu yang mempesonakan laksana sihir, dan sesungguhnya sebagian dari syair terdapat hikmah.? (Sabda Rasulullah Saw).

Saat mengupas suatu karya, kita melintasi sepanjang jalan penalaran di sampang perhitungan jiwa perasaan. Layaknya pelaut menemukan pantai demi melayarkan kemuliaan kehendak. Continue reading “ABSTRAKSI PENCARIAN TUBUH BAHASA”

Adakah ‘Bangsa’ dalam Sastra? *

Nirwan Dewanto **
korantempo.com

Karya-karya sastra Indonesia yang terbaik tak menggambarkan tokoh-tokoh lurus, utuh, positif, yang dapat menjadi teladan masyarakat luas.

Bahkan dalam prosa realis pun, termasuk karya yang menjadi santapan politik masyarakat luas, keteladanan itu hampir absen, terutama bila kita menggunakan kaidah moral dan agama. Ada juga novel yang menubuhkan cita-cita sosial ke dalam tokoh yang positif, heroik, namun novel demikian biasanya novel khotbah yang menjemukan. Continue reading “Adakah ‘Bangsa’ dalam Sastra? *”

Bahasa ยป