PENJARA MATAHARI

R. Timur Budi Raja
http://aksaraapi.blogspot.com/

Pada saat lampu dihidupkan, pertanda pertunjukan ini dimulai. Cahaya kuning, pucat memecah ke seluruh ruang. Sebuah trap kecil berada di tengah panggung. Di atasnya, sebatang lilin menyala redup. Kemudian terdengar letup senapan, sekali saja. Lampu pun padam. Continue reading “PENJARA MATAHARI”

DEWA MABUK :Naskah Monolog karya Akhudiat

http://teaterapakah.blogspot.com/

Peran: Seorang Dionisian

Dionisian:
Dewa Mabuk, Tuan, Dionisos.
Teruskan, mabukkan, pestakan, sukaria, topeng, rumbai-rumbai, musik, tari, nyanyi. Rayakan dewa anggur, kesuburan, dan ramalan. Pesta musim panas, bumi baru, kesuburan setelah membeku. Kemabukan tiada tara. Mari terbang, melayang, jungkir dan balikkan. Tanpa kemabukan bukan lagi teater namanya, dan tak ada lagi hasrat serta manfaat gunanya. Bukanlah cinta tanpa mabuk kepayang-payang, barangkali cuma letup sesaat dan tak sengaja kayak kentut. ?Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian,? ujar Chairil Anwar dalam Krawang-Bekasi. Tanpa kemabukan bagaimana bisa bertahan antara realitas dan mimpi? Continue reading “DEWA MABUK :Naskah Monolog karya Akhudiat”

Nyai Ontosoroh: Hikayat Perlawanan Sanikem

dari novel BUMI MANUSIA karya Pramoedya Ananta Toer
Rakhmat Giryadi
http://teaterapakah.blogspot.com/

BABAK I

Setting : Dekat Pabrik Gula Tulangan

ADEGAN 1
Orang-orang sedang bekerja, hilir mudik, membawa karung-karung (gula) dan juga batangan tebu dengan geledekan. Mereka bertelanjang dada. Tubuhnya hitam. Ada yang kekar. Tetapi ada juga yang kurus kering. Continue reading “Nyai Ontosoroh: Hikayat Perlawanan Sanikem”

Gambar Cinta dari Atjeh

R. Timur Budi Raja
http://aksaraapi.blogspot.com/

4 Pengubur Mayat
Kami kuburkan ia. Semoga selamat sampai ke alamatMu. Semoga diterima di tanah yang lebih luas, dan tak ada penderitaan di hatimu. Saudara-saudara kami yang lahir, hidup dan mati lantaran penderitaan. Kami kuburkan ia, semoga tersenyum di sana, di tanah lapang yang tak ada penderitaan. Continue reading “Gambar Cinta dari Atjeh”

RACUN TEMBAKAU

Monolog Anton Chekov. Terjemah Jim Adhi Limas. Adaptasi S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

PAK HARMAN, seorang kakek tua yang masih bersemangat hidup. Meski puluhan tahun dalam cengkeraman kuasa sang istri. Istrinya, JANAH memimpin sebuah lembaga pendidikan partikelir yang bergerak dibidangnya atas nama amal dan sosial. Selain punya rumah indekos bagi anak-anak perempuan kuliah. Continue reading “RACUN TEMBAKAU”