Kata-kata
Kaulah sungai tanpa air
Menari di ujung bukit sampai padaku
Mencuri senyap tempat berdiam
Demikianlah kau
Bayang tanpa tikam
Janji tanpa kata-kata
Ajari perihal air dan mata Continue reading “Puisi-Puisi Herlinatiens”
Puisi
Kata-kata
Kaulah sungai tanpa air
Menari di ujung bukit sampai padaku
Mencuri senyap tempat berdiam
Demikianlah kau
Bayang tanpa tikam
Janji tanpa kata-kata
Ajari perihal air dan mata Continue reading “Puisi-Puisi Herlinatiens”
Hujan Jarum
hujan jarum turun pada jiwaku
dari gulungan mendung mukamu sebelum senja
dan aku tak mesti pergi berlindung
sebab begitu manis jarum jarum itu nancap di
darahku Continue reading “Puisi-Puisi As Adi Muhammad”
Dalam Perjalanan
aku antarkan kau melewati malam hujan
melintasi pohon-pohon dingin
menahan gigil terbatin
malamlah yang mencipta lorong gelap,
menyimpan kenangan-kenangan
dari beribu rintik hujan, dan matamu merekam lagu sendu
melawan pijar lampu jatuh,
menyalami pejalan-pejalan yang berteduh. Continue reading “Puisi-Puisi Dadang Afriady”
Jineman Uler Kambang
: sg
1
gong ataukah perempuan yang berdiam di dalamnya
memintaku berjanji kesekian kali untuk kembali
basah dan gigil memanggil-manggil nama kecilmu
: sebentuk talu. atau hanya sekilas rindu Continue reading “Puisi-Puisi Gunawan Maryanto”
Pesan Kakek Untuk Cucunya
Tubuh adalah seumpama kulit gabah
Yang menutupi isi di dalamnya
Jika kau ingin mengetahui kandungannya
Kau harus mengupas kulitnya.
Semisal kau cucuku,
Kau harus telanjang untuk mengetahui isi tubuhmu
Entah itu baik atau buruknya. Continue reading “Puisi-Puisi Kedung Darma Romansha”