Puisi-Puisi As Adi Muhammad

Hujan Jarum

hujan jarum turun pada jiwaku
dari gulungan mendung mukamu sebelum senja

dan aku tak mesti pergi berlindung
sebab begitu manis jarum jarum itu nancap di
darahku

hujan jarum turun pada jiwaku
menyimpan terapi hidup dan kitab suci

Jogjakarta, 2006

Bau Lehermu

bayangkan dingin malam
menyimpan bau lehermu
untuk menggodaku
hangat purnama di luar
untuk sekawan kelelawar
berkejaran di pekat malam
nyala api di dadaku
jadi gundukan gunung salju

aku pikir
perapian tidak sebatas gairah perempuan
tetapi bau lehermu
mengganggu damai cuaca

jika dingin malam
menyimpan bau lehermu
untuk menggodaku
adakah kegelisahan paling manis
selain hadirnya seorang hawa?

Ambarukmo. 2006

Makrifat Pertempuran

meja perjumpaan itu
diterbangkan dari angkasa
meninggalkan seribu bintang
berkedipan menyulut
sumbu semesta

di sela aneka hidangan
yang hangatnya menjalar
di serat-serat hati
kata-kata jadi burak di kepala
menembus lapis-lapis langit
dan kelambu-kelambu hijab
yang serasa mulai terbuka

inilah detik-detik
yang kucari dalam
hangat doaku
di antara titik bayang-bayang
di ujung mata
yang tak kunjung menetas
jadi sebuah dunia
dan gentayangan rahasia
kegelisahan ibrahimku
pada ceruk-ceruk
siang dan malam

kalau meja perjumpaan
yang telah menggetarkan
seluruh hidupku
tak lebih sekadar tempat
penukaran kegelisahan
alangkah sia-sia sebuah pertemuan
seperti anak jalanan di pinggir malam

Ambarukmo, 2006.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *