Cerita Siti Jenar dalam Dongeng Wali Sanga

SYEKH SITI JENAR
Pergumulan Islam-Jawa
Penulis : Abdul Munir Mulkan
Penerbit : Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta
Peresensi: Dr. Simuh *
http://majalah.tempointeraktif.com/

Syekh Siti Jenar karya Abdul Munir Mulkan menarik dicermati karena beberapa hal. Buku setebal 353 halaman yang dilengkapi dengan salinan teks asli dan terjemahan bahasa Indonesia ini ditulis oleh Abdul Munir Mulkan, Continue reading “Cerita Siti Jenar dalam Dongeng Wali Sanga”

Soekarno, Sinonim Nasionalisme

Buku Soekarno; Obor yang Tak Pernah Padam

Dyah Pramesti Wulandari
suaramerdeka.com

ADA banyak cara untuk merenung pada saat negeri ini memperingati kemerdekaan. Namun satu hal yang tidak bisa dilupakan adalah mengingat sosok Soekarno atau Bung Karno (BK). Mengapa demikian? Keith Loveard dalam tulisan panjangnya di Asiaweek mengatakan, di seluruh wilayah Indonesia yang membentang 5.000 km, satu nama sinonim dengan nasionalisme Indonesia adalah Soekarno. Ia adalah pendiri negara dan arsitek kemerdekaan negeri ini. “Bagi banyak orang, kenangan atas presiden pertama itu ada kaitannya dengan impian tentang bagaimana Indonesia harus dibangun,” tutur Loveard (halaman 1). Continue reading “Soekarno, Sinonim Nasionalisme”

?Tertawa? yang Melawan Lupa

Buku Urip Mung Mampir Ngguyu
Muhammadun AS
http://suaramerdeka.com/

FOKLOR menjadi salah satu bilik peradaban yang berkembang luas di kalangan masyarakat Jogja. Salah satu faktornya adalah kenyataan bahwa folklor selain sebagai lelucon ternyata juga dapat berfungsi sebagai kritik sosial maupun melepaskan gerakan perlawanan melalui permainan kata. Hubungan antara folklor sebagai subkultur dengan Jawa sebagai kultur dapat dianalogikan dengan hubungan antara sistem sosial masyarakat dan subsistemnya yang beraneka ragam. Karena hubungannya yang demikian, maka untuk memahami hakikat folklor dan lelucon Jogja, tidaklah mungkin melepaskannya dari sosiologisme humor masyarakat Jawa. Continue reading “?Tertawa? yang Melawan Lupa”

Mengasah Hati Setajam Pedang

Buku Nyanyian Jiwa Sang Samurai
Muhammad Muhibbuddin
http://suaramerdeka.com/

KETIKA mendengar kata samurai, maka yang terlintas dalam pikiran adalah sebilah pedang. Tak pelak samurai, ikon budaya Jepang itu, identik dengan kekejaman, kekerasan, dan kebrutalan. Benarkah demikian? Tidak. Di balik ketajaman mata pedang samurai justru tersembunyi ketulusan hati, keluhuran budi, dan keteguhan jiwa. Seorang samurai bukanlah preman bekerja sebagai pembunuh. Sebaliknya samurai adalah orang yang tulus, loyal, pemberani, dalam menegakkan nilai-nilai moral. Continue reading “Mengasah Hati Setajam Pedang”

Wali Penjaga Kebebasan Pers

MENJAGA KEBEBASAN PERS, 70 TAHUN ATMAKUSUMAH ASTRAATMADJA
Penulis: Lukas Luwarso, Imran Hasibuan, Samsuri, Aa Sudirman
Penerbit: Lembaga Pers Dr Soetomo, 2009 Tebal: viii + 220 halaman
Peresensi: Bagja Hidayat
http://majalah.tempointeraktif.com/

INI buku tentang Atmakusumah Astraatmadja, wartawan Indonesia Raya pada 1960-an. Tapi hidup orang Banten ini hanya sedikit disinggung. Sebagian besar halaman bercerita tentang pikiran dan upayanya menegakkan kehidupan pers yang bebas. Continue reading “Wali Penjaga Kebebasan Pers”

Bahasa ยป