Indonesia v Malaysia

M. Nursam*
http://www.jawapos.com/

HARI-HARI ini, ketegangan an?tara Indonesia-Malaysia kemba?li menyeruak. Pasalnya, Malaysia kembali “mengklaim” salah satu seni budaya Indonesia. Tari pendet yang asli produk seni bangsa Indonesia tiba-tiba diakui sebagai milik negeri jiran itu. Pengakuan terbaru tersebut me?nambah daftar panjang klaim seca?ra sepihak dari Malaysia atas aset se?ni dan budaya kita. Sebelumnya, ang?klung dan batik telah diklaim seba?gai warisan budaya Malaysia. Continue reading “Indonesia v Malaysia”

Globalisasi Jihad Kekerasan

Syamsul Arifin*
http://www.jawapos.com/

SETELAH Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) berhasil menewaskan Noordin M. Top -tokoh teroris berkewarganegaraan Malaysia- pada 17 September lalu, masyarakat seperti menemukan ”kesadaran baru”. Yakni, pembatasan terhadap ruang gerak jaringan gerakan teroris tidak cukup dilakukan oleh aparat keamanan, tetapi juga masyarakat perlu dilibatkan secara lebih luas. Continue reading “Globalisasi Jihad Kekerasan”

Estetika Iblis Jilid II

Judul: Ular di Mangkuk Nabi
Penulis: Triyanto Triwikromo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan: Pertama, Juni, 2009
Tebal: xi + 163 halaman
Peresensi : Saifur Rohman*
http://suaramerdeka.com/

DALAM alur sejarah kepengarangan Triyanto Triwikromo, kiranya kumpulan cerpen Ular di Mangkuk Nabi (Gramedia: 2009) merupakan produk dari proses kreatif jilid kedua. Continue reading “Estetika Iblis Jilid II”

Menelisik Jejak Kesusastraan Indonesia

Judul : Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca sebelum Dikuburkan
Penulis : An. Ismanto dkk.
Penerbit: I : Boekoe, Yogyakarta
Cetakan : 1, 2009
Tebal : 1001 hlm
Peresensi : Halimatus Sa’diyah*
http://www.lampungpost.com/

TIDAK mudah menelisik jejak kesusastraan Indonesia, dari era pra-kemerdekaan, kolonial, hingga sekarang era sastra kontemporer. Inilah yang dirasakan oleh An. Ismanto dkk. dalam upaya pengumpulan berbagai buku sastra yang patut disajikan untuk khalayak. Continue reading “Menelisik Jejak Kesusastraan Indonesia”

Adakah Estetika dalam Keberpihakan Wacana?

Judul : Titian (Antologi Cerita Pendek Kerakyatan)
Pengantar : Agung Putri
Tebal : xxi + 173 halaman
Penerbit : Koekoesan
Peresensi: Sudarmoko
balipost.com

MAMPUKAH cerpen menjadi refleksi atas peristiwa yang telah terjadi? Sejauh mana cerpen sebagai salah satu bagian dari kesusastraan mampu menyatakan keperdulian terhadap hak dan martabat sebuah bangsa? Dan mampukah sebuah cerpen di dalam keberpihakannya akan memunculkan estetika sastra? Continue reading “Adakah Estetika dalam Keberpihakan Wacana?”

Bahasa ยป