Sejarah untuk Kita yang Berbuat

Seperti Review Buku “Mak, Ana Asu Mlebu nGomah!”
Anjrah Lelono Broto *

“Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.” (Pramoedya Ananta Toer, House of Glass). Baca selengkapnya “Sejarah untuk Kita yang Berbuat”

Perempuan dalam Sastra Indonesia: Perjalanan dari Obyek ke Subyek

Alia Swastika *
Kompas, 18 Des 2004

Sulit untuk menyangkal bahwa ada banyak perubahan yang terjadi di dunia sastra Indonesia dalam kurun lima tahun terakhir. Salah satu gejala perubahan yang sering muncul menjadi diskursus publik adalah lahirnya para penulis perempuan dengan karya-karya yang dianggap “menawarkan kebaruan”, “laris di pasaran”, dan beberapa “emansipatoris”. Banyaknya pembahasan tentang karya para penulis perempuan memancing munculnya perdebatan tentang kualitas kritis dan emansipatoris dari karya-karya ini dalam kolom-kolom di media massa. Semuanya menjadi begitu riuh: banyak orang berbicara tentang perempuan, karya, dan intertekstualitas yang melingkupinya. Baca selengkapnya “Perempuan dalam Sastra Indonesia: Perjalanan dari Obyek ke Subyek”