AIR ZAM-ZAM BAGIMU

Nurel Javissyarqi*
http://nureljav.blogspot.com/

(I) Segala waktu ruang hampa, hantu bagi momok rindu,
kamar semestinya suwung, mencipta nging di telinga burung;
daya resap kembali, debu berserak dari dinding-dinding rapuh.

(II) Begini saja atau lebihkan perkara,
cukup badai prahara melahirkan dunia asal perapian suci,
pemujaan digelar bersama yang masuk dalam sukma rasa,
tidak direkam jadi misteri; hantu siapa berani menemani(?). Continue reading “AIR ZAM-ZAM BAGIMU”