Langit Makin Mendung (Ki Panji Kusmin)

Ki Panji Kusmin

Lama-lama mereka bosan juga dengan status pensiunan nabi di sorga loka. Petisi dibikin, mohon (dan bukan menuntut) agar pensiunan-pensiunan diberi cuti bergilir turba ke bumi, yang konon makin ramai saja.

“Refreshing sangat perlu. Kebahagiaan berlebihan justru siksaan bagi manusia yang bisa berjuang. Kami bukan malaikat atau burung perkutut. Bibir-bibir kami sudah pegal dan kejang memuji kebesaranMu; beratus tahun tanpa henti.” Continue reading “Langit Makin Mendung (Ki Panji Kusmin)”

Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial

Istiqamatunnisak
http://wa-iki.blogspot.com/

Hikayat Teungku di Meukek adalah sebuah teks sastra Aceh yang menukilkan berbagai peristiwa sejarah dan penuh pesan sosial dan politik. Tulisan ini menjelaskan tentang pengaruh kolonial dalam hikayat tersebut. Naskah kuno yang di dalamnya banyak mengandung berbagai nilai budaya, baik tentang kepercayaan, adat-istiadat, filsafat, pendidikan, ekonomi, sosial dan politik, bahkan sejarah. Pembedahan, pengkajian, dan pengungkapan berbagai warisan nilai budaya di dalamnya diperlukan sebagai upaya mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa. Continue reading “Hikayat Teungku Di Meukek: Tinjauan Teori Sastra Post-Kolonial”

Babon Sejarah Nasional Indonesia Itu

Petrik Matanasi
http://www.kompasiana.com/maspet

Inilah buku Sejarah Nasional Indonesia penting tentang Indonesia. Tak terhitung orang yang membacanya.

Ditahun-tahun mengerikan di SMA, antara 2000-2001, saya pernah berdebat dengan guru SMA saya. Hanya soal, usia minimal seorang Seinendan. Guru saya bilang, 12 tahun. Saya berkeras 14 tahun. Kawan-kawan sekelas yang selalu anggap saya gila hanya melongo. Tentu saja saya menangkan debat itu, karena begitulah kata buku sejarah, bukan karena saya pintar tentunya. Continue reading “Babon Sejarah Nasional Indonesia Itu”

Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi

Ditulis ulang: Leila S. Chudori
tempointeraktif.com

Dalam usia 70 tahun pekan lalu, wartawan sejak sebelum perang ini mengenang banyak hal. Dari “zaman keemasan pers Indonesia”, hubungannya dengan Bung Karno, sampai bagaimana menjaga semangat dalam sel penjara.

Dialah wartawan Indonesia yang banyak memperoleh penghargaan internasional. Antara lain Hadiah Ramon Magsaysay dari Filipina, dan Pena Emas dari Federasi Pemimpin Redaksi Sedunia. Sastrawan yang juga banyak meraih hadiah ini, yang mendirikan majalah sastra Horison, dan salah seorang anggota Akademi Jakarta ini bertutur tentang semua itu kepada Leila S. Chudori. Continue reading “Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi”

JEJAK RAJA AIRLANGGA DI BHUMI LAMONGAN

Yok’s Slice Priyo

Tulisan ini sebuah ringkasan, dari rintisan penulis untuk menguraikan jejak-jejak kuno baik berupa prasasti dan juga situs-situs candi yang masih terpendam di bumi Lamongan. Semoga bisa memberikan manfaat bagi seluruh Masyarakat Lamongan khususnya dan semua pihak secara umum.

“Lamongan menyimpan data yang luar biasa mengenai Prabu Airlangga. Airlangga itu raja besar malah lebih besar dari Hayam Wuruk. Dari disertasi saya saja sudah 7 artikel saya buat tentang Airlangga, yang paling lengkap ingin saya sampaikan di Lamongan supaya orang Lamongan bisa bangga dengan leluhurnya”, Dr. Ninie Soesanti arkeolog UI. Continue reading “JEJAK RAJA AIRLANGGA DI BHUMI LAMONGAN”

Bahasa »