Jejak Boekhandel Tan Khoen Swie

Seno Joko Suyono, Dwijo Maksum, Imron Rosyid,
Lucia Idayani, Istiqomatul Hayati, Nurdin Kalim
majalah.tempointeraktif.com

Di atas pintu depan toko itu hanya terlihat papan kayu biru kusam bertuliskan “SURABAYA”. Toko di Jalan Dhoho, Kediri, itu menjual bahan makanan seperti abon, dendeng, ke-rupuk. Pada era 30-an, toko itu bernama “SOE-RABAIA”, terkenal sebagai pusat penjualan ban Dunlop dan onderdil mobil. Continue reading “Jejak Boekhandel Tan Khoen Swie”

Bookhandel Tan Khoen Swie

Harta Karun Tan Khoen Swie
Seno Joko Suyono, Dwidjo Maksum, Imron Rosyid
http://majalah.tempointeraktif.com/

TOKO Tan Khoen Swie, Sedia Boekoe Djawa, Melajoe dan Ollanda. Foto tahun 1920-an itu menunjukkan sebuah bangunan di kompleks pertokoan Jalan Dhoho 165, Kediri. Dan tempat yang sekarang dipakai untuk menjual abon, dendeng, dan kerupuk serta menjadi tempat praktek dokter gigi itu dulunya penerbit buku. “Ya, inilah sisa peninggalan kakek buyut saya,” kata Dokter Gigi J. Sutjahyo, yang merupakan cicit Swie. Continue reading “Bookhandel Tan Khoen Swie”

“juru peta” sastra Indonesia [Hans Bague Jassin]

“Buku-buku para Manifestan dilarang terbit dan beredar.” H.B. Jassin

Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com

DI samping mendapat julukan “Paus” Sastra Indonesia, Hans Bague Jassin juga dipanggil administrator dan diktator sastra. Ia pernah memukul Chairil Anwar. Dihukum 1 tahun penjara gara-gara cerpen Langit Makin Mendung. Inilah orang yang telah menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia. Lahir di Gorontalo, 31 Juli 191 7, mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Indonesia, juru peta sastra Indonesia yang tak pernah lelah. Continue reading ““juru peta” sastra Indonesia [Hans Bague Jassin]”

Cirebon, Tautan yang Terserak

Dadang Kusnandar
http://www.kompasiana.com/dadangkusnandar_cirebon

MEMBICARAKAN sejarah tentu tak ada habisnya. Setiap orang punya versi sejarah sendiri-sendiri dan pasti berbeda dengan yang lain. Setiap penulis sejarah pun memiliki versi sendiri menyoal sejarah. Maka berlangsung terus pengetahuan dan pemahaman yang beragam terhadap satu peristiwa sejarah. Sejarawan yang menulis buku pun saling berbeda versi sehingga menimbulkan pemahaman yang selalu tidak bersentuhan, terutama menyangkut hal-hal yang krusial. Continue reading “Cirebon, Tautan yang Terserak”

Bahasa »