Camus, Caligula, Asrul Sani: Mempertimbangkan Kembali (Eksistensi) Kebudayaan Kita

Raudal Tanjung Banua

Pada tanggal 4 Jan 1960, Albert Camus, penulis lakon Caligula, meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dekat Villeblein. Ia lahir di Mondovi, Aljazair, 7 November 1913, tetapi lebih dikenal dalam khazanah filsafat dan sastra Prancis. Berasal dari keluarga veteran Marne, Camus mencecap kehidupan yang sulit; kemiskinan, perang dan penyakit. Mungkin pengalaman ini yang membekas pada aktivitas dan karya-karyanya kemudian. Continue reading “Camus, Caligula, Asrul Sani: Mempertimbangkan Kembali (Eksistensi) Kebudayaan Kita”

“IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR

Suryanto Sastroatmodjo

Ketegangan antara doktrin yang abadi, dengan manifestasi dalam kehidupan pribadi dan sosial merupakan faktor utama dari dinamika Islami. Munculnya berbagai aliran pemikiran, mistikus dan mujtahid pada paruh akhir abad ke dua puluh ini, menunjukkan suatu pertanda betapa ketegangan yang kreatif antara doktrin yang abadi dan kemungkinan manifestasi yang beraneka ragam dapatlah berlangsung, disadari maupun tidak, suatu jalan baru, yang mungkin memiliki rentangan yang lebih lentur, tengah diretas.
Continue reading ““IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR”

Demokratisasi dan Problem Kompleks Kuratorial

Satmoko Budi Santoso

EKSISTENSI kurator dalam khazanah dunia seni rupa kini dipertanyakan. Hal itu mencuat dalam diskusi yang tergolong fenomenal pada pertengahan bulan Mei 2008 lalu di Bentara Budaya Yogyakarta. Diskusi yang diprakarsai Makna sebagai media yang mengkhususkan diri mengulas persoalan seni rupa tersebut mengambil tema “Kurator di Mata Perupa”. Bagi saya yang sama sekali tidak berkecimpung di dalam praktek ilmu seni rupa kecuali hanya mengikuti perkembangan wacana dan menikmati karya-karya seni rupa yang saat ini sedang booming, momen diskusi tersebut sangatlah mengejutkan. Secara tegas forum tersebut mempertanyakan peran signifikan dalam proses kuratorial: apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh para kurator dan output-nya seberapa jauh?
Continue reading “Demokratisasi dan Problem Kompleks Kuratorial”