GERAKAN BARU SASTRA LAMONGAN:

Catatan Singkat atas Forum Sastra Lamongan (FSL)
Haris del Hakim *

Tulisan ini tidak hendak merekonstruksi sebuah gerakan secara komprehensif, namun sekadar mengambil salah satu sebuah gerakan halus yang terjadi secara simultan dan dapat disebut sebagai fenomena yang luar biasa. Selain dari itu, tulisan ini tidak menjamah ranah analisa karya yang memerlukan waktu yang panjang dan kajian lebih intens, tapi sekadar ulasan beberapa hal yang dapat dianggap penting. Continue reading “GERAKAN BARU SASTRA LAMONGAN:”

KALIBAKAR

Azizah Hefni

Ribut. Teriakan sahut-menyahut. Suara serak beradu suara kecil di ruangan berselambu. Ada nyala televisi dengan volume tinggi. Belum lagi bunyi sirine kereta jalan. Semua bercampur dan siap pecah. Lantaran selambu kamar tak ada, pantulan mentari jadi meraja. Gerah. Tiap titik kegerahan menyimbolkan resah serta amarah. Tak tahan, perempuan itu membanting tasnya ke lantai dan berjalan mantap ke ruangan.

Continue reading “KALIBAKAR”

PERAHU NUH

Teguh Winarsho AS

“CERITAKANLAH kepadaku satu kejadian yang menakjubkan,” pinta Erina pada seorang juru cerita.
Sesaat sang juru cerita menatap bola mata Erina yang binar-binar menyala, lalu mulai menuturkan kisahnya:


MALAM itu hujan turun deras. Di atas loteng rumah berpapan kayu, tampak dua anak kecil meringkuk dalam selimut kusam, kumal. Dua tubuh bocah itu terlihat kurus dan dekil, sesekali mengigil, gemetar, menahan dingin dan lapar. Sudah sehari semalam mereka terjebak tak bisa keluar rumah lantaran banjir yang tiba-tiba datang mengepung rumah mereka. Beruntung mereka segera naik ke loteng atas yang biasa digunakan sebagai gudang. Tak terpikirkan oleh dua bocah itu, buku-buku sekolah, seragam, sepatu, tas, yang pastilah sudah hancur atau hanyut terbawa arus. Continue reading “PERAHU NUH”

Narasi Sastra Religius

Hamdy Salad

Segala sastra, baik puisi maupun prosa, tak pernah lahir dari ruang hampa. Selalu saja tersirat di dalamnya jejak-jejak kehidupan manusia. Jejak-jejak yang dapat dibaca secara estetis melalui kenyataan psiko-individual, sosio-kultural, dan religio-spiritual. Itu sebabnya dalam dinamika sejarahnya sampai kini, banyak definisi dan istilah sastra yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk di dalamnya apa yang sering disebut dengan – sastra religius. Continue reading “Narasi Sastra Religius”

Menziarahi Karya-karya Sang Maestro

Sri Wintala Achmad

Manakala bertandang ke rumah seorang kawan, perhatian saya terserap habis pada coretan-coretan liar dan naïf di dinding ruang tamu yang membentuk gambar binatang, mobil, kapal terbang, atau orang. Tanpa bertanya pada kawan tersebut, perkiraan saya tidak bakal meleset. Gambar-gambar itu pasti karya anak-anaknya. Manusia-manusia kecil yang mulai membutuhkan penghargaan atas karya-karyanya, serta pengakuan eksistensinya dari lingkup internal (orang tua dan keluarga) atau lingkup eksternal (orang luar).
Continue reading “Menziarahi Karya-karya Sang Maestro”