Menulis Puisi Itu Sangat Mahal

Koran Tempo, 27 Januari 2008

Acep Zamzam Noor pantas berbahagia. Penyair kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, ini dinobatkan sebagai peraih Khatulistiwa Literary Award 2007 untuk kategori puisi pada 18 Januari lalu. Acep meraih penghargaan itu melalui buku kumpulan puisi Menjadi Penyair Lagi (2007).

Ini penghargaan kedua dalam karier kepenyairan lelaki yang bulan depan berusia 48 tahun ini. Pada 2005 penyair yang tumbuh di lingkungan pesantren di kota kelahirannya ini menerima South East Asian Write Award dari Kerajaan Thailand. Continue reading “Menulis Puisi Itu Sangat Mahal”

MUSIK-TARIAN KEABADIAN, V: I – LXXIV

Musik-Tarian Keabadian
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Musik-Tarian Keabadian” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=225

Bisikan hujan malam mengajakmu menari-nari membasahi seluruh tubuh,
mengguyur jiwamu bersayap beku, lantas nyalakan tungku dalam kalbu (V: I). Continue reading “MUSIK-TARIAN KEABADIAN, V: I – LXXIV”