Nol

Arie MP Tamba
http://jurnalnasional.com/

Nol Buku! Itulah puncak sarkasme yang pernah dilontarkan penyair Taufiq Ismail tentang jumlah buku sastra wajib di sekolah-sekolah menengah kita. Padahal, di jenjang pendidikan yang sama, (tidak untuk memuji, tapi mengemukakan fakta), pada zaman Belanda, masing-masing siswa harus membaca 15 sampai 20 buku sastra wajib. Jumlah yang masih terus dipertahankan sampai kini di sekolah-sekolah menengah di Eropa, Amerika, bahkan Asia, seperti Singapura, Jepang, Malaysia, dan juga Brunai Darussalam. Continue reading “Nol”

Tasawuf, Fenomena Kota

Ahmad Nurullah
http://jurnalnasional.com/

TASAWUF merupakan fenomena kota. Sufi-sufi awal hingga mutakhir menyampaikan ajarannya mula-mula kepada penduduk kota. Begitu pula di Indonesia. Sejak awal kedatangan dan pesatnya perkembangan Islam di Indonesia pada abad ke-13 sampai ke-17 Masehi, para ahli tasawuf memulai aktivitas mereka di kota-kota pelabuhan, tempat munculnya komunitas-komunitas Islam yang awal di kepulauan Melayu Nusantara. Continue reading “Tasawuf, Fenomena Kota”

Sonata

Lan Fang
http://entertainmen.suaramerdeka.com/i

Do

Adakah kau saksikan aku mendengarkanmu? 1)

Padahal aku tidak bisa mendengarkanmu. Tetapi aku ingin kau tahu bahwa aku sedang mendengarkanmu. Padahal kau tidak bisa menyaksikanku aku sedang mendengarkanmu. Tetapi kau bisa mendengarku seperti aku bisa menyaksikanmu. Continue reading “Sonata”

Lelaki Tua dan Tas Kresek*

Wayan Sunarta
http://www.sinarharapan.co.id/

Hampir semua penduduk di kota kecil itu, terutama kusir dokar dan penjaja batu akik, mengenal lelaki tua yang suka menenteng tas kresek itu.

Di kalangan kusir dokar, lelaki tua yang tubuhnya masih sehat dan tegap itu, biasa dipanggil Landu. Sedangkan di kalangan penjaja batu akik, lelaki yang topinya hampir tidak pernah lepas dari kepalanya itu, suka dipanggil Ambu. Continue reading “Lelaki Tua dan Tas Kresek*”

Ibu yang Anaknya Diculik Itu

Seno Gumira Ajidarma
http://cetak.kompas.com/

Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon, perabotan, buku, cangkir teh, dan lain-lain masih seperti dulu?tetapi waktu telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu, masih terkulai seperti sepuluh tahun yang lalu. Rambut, wajah, dan busananya bagai menunjuk keberadaan waktu. Continue reading “Ibu yang Anaknya Diculik Itu”