Pacar, Sore, dan Renyai

Yetti A.KA *
jawapos.com

Pacar

Dari pertama kali lelaki itu sudah katakan bahwa ia cuma menginginkan seorang pacar. Perempuan yang akan menemaninya jalan-jalan di sore Sabtu dan Minggu atau mendampinginya menghadiri acara kawinan teman kantor. Pacar yang tidak cerewet, tentu saja. Ia sangat bosan berurusan dengan perempuan banyak mau, seperti ibunya. Ah, betapa terganggu hatinya bila mengenang ayah tergopoh-gopoh memenuhi rengekan ibu yang minta dipijit atau dikerok atau dibelikan semangkuk bakso di pangkalan dekat rumah padahal saat itu seharusnya ayah istirahat sepulang kerja. Kini, ayah sudah meninggal. Begitu juga ibu. Continue reading “Pacar, Sore, dan Renyai”

Maling

Putu Wijaya*
http://www.jawapos.com/

Di jalanan yang sudah bertahun-ta?hun saya lalui, ada rumah orang ka?ya. Depan rumahnya ada sebatang pohon kelapa gading. Buahnya terus berlimpahan seperti mau tumpah. Kalau lewat di situ, saya selalu kagum. Tapi juga tak habis pikir. Mengapa kelapa itu tak pernah dijamah. Mungkin pemiliknya terlalu kaya sehingga sudah tidak doyan lagi minum air kelapa. Padahal kalau saya yang punya, tiap hari tidak akan pernah saya biarkan lewat tanpa rujak kelapa muda. Continue reading “Maling”

Ibu Tak Berangkat

Sanie B. Kuncoro
jawapos.com

KAU sedang berada di pekarangan rumah ibu. Sebuah tempat yang paling kau suka setiap kali kembali ke rumah itu. Entah sekadar singgah dari sebuah perjalanan tugas atau saat kau bawa istri dan anak-anakmu mudik mengunjungi ibu di kampung halaman.

Sebuah pekarangan yang senantiasa menghadirkan jejak masa kanak-kanakmu. Membelah kenangan menjadi penggalan-penggalan, yang setiap irisannya membawamu kembali menelusuri perjalanan masa silam, yang seakan terperangkap di pekarangan itu. Seakan tak ada yang benar-benar berubah di sana. Continue reading “Ibu Tak Berangkat”

SUNDAL

:kagem papa

Naomi Srikandi*
http://www.jawapos.com/

Kamar ibu wangi pandan. Di pinggir ranjang Kadar merajang berhelai-helai daun penyedap itu. Di jendela langit kelam, tapi tugas laki-laki itu belum kelar. Sesudah merampungkan sekeranjang mawar yang ditabur di bak mandi, seuntai kulit jeruk yang digantung di dapur, ia tengah menyiapkan pandan untuk ditaruh di sudut kamar tidur. Ibu, sambil memijat wajah dengan minyak zaitun, telah sampai pada penggalan akhir kisahnya. Continue reading “SUNDAL”

Kisah Buku Loak

Abdul Aziz Rasjid*
http://www.jawapos.com/

Pada suatu hari, Miquel de Cervantes menemukan sebuah buku berjudul Sejarah Don Quixote dari la Mancha di sebuah toko buku loak. Buku itu ditulis sejarawan Arab bernama Cid Hamet Benengelli dalam bahasa Arab. Karena tak paham bahasa Arab, Cervantes meminta bantuan seorang Moor untuk menerjemahkan naskah kuno itu ke bahasa Spanyol. Dan, buku yang telah diterjemahkan itu kemudian dia tulis kembali dengan judul Petualangan Don Quixote. Singkat cerita, kehadiran buku itu memberikan corak baru dalam sejarah sastra dunia. Inti temanya yang membicarakan kegilaan yang bangkit dari gugusan imajinasi terus terdengar pengaruhnya, misalnya dalam novel Perjalanan ke Timur (1932) karya Herman Hesse yang terbit berabad-abad kemudian. Continue reading “Kisah Buku Loak”

Bahasa ยป