Estetika Iblis Jilid II

Judul: Ular di Mangkuk Nabi
Penulis: Triyanto Triwikromo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan: Pertama, Juni, 2009
Tebal: xi + 163 halaman
Peresensi : Saifur Rohman*
http://suaramerdeka.com/

DALAM alur sejarah kepengarangan Triyanto Triwikromo, kiranya kumpulan cerpen Ular di Mangkuk Nabi (Gramedia: 2009) merupakan produk dari proses kreatif jilid kedua. Continue reading “Estetika Iblis Jilid II”

TEMU SASTRAWAN INDONESIA II di Pangkalpinang, Bangka Belitung

Budhi Setyawan
http://budhisetyawan.wordpress.com/

Pada tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2009 diadakan acara Temu Sastrawan Indonesia II di kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Pertemuan tersebut merupakan rangkaian dari pertemuan serupa setahun sebelumnya di Jambi. Tema TSI II adalah Sastra Indonesia Pascakolonial; dengan beberapa subtema: (1) Merumuskan Kembali Sastra Indonesia: Definisi, Sejarah, Identitas; (2) Kritik Sastra Indonesia Pascakolonial; (3) Membaca Teks dan Gerakan Sastra Mutakhir: Mencari Subyek Pascakolonial; (4) Penerjemahan Sastra: Keharusan, Pilihan, atau Sekadar Perkenalan? Continue reading “TEMU SASTRAWAN INDONESIA II di Pangkalpinang, Bangka Belitung”

Diplomasi Sastra Indonesia ke Level Internasional

Satmoko Budi Santoso
Bernas

DALAM rentang waktu mulai tahun 2000-an, kesusastraan Indonesia yang diharapkan mampu “tinggal landas” berkaitan dengan momentum pasar bebas, rasanya kurang begitu menunjukkan hasil. Dalam konteks ini adalah kesusastraan Indonesia yang mampu unjuk sampai ke level internasional. Oleh karena itu, eksistensi sastra Indonesia memang masih harus belajar keras agar mampu menembus ke level diplomasi sastra tingkat internasional. Continue reading “Diplomasi Sastra Indonesia ke Level Internasional”

Buku Sastra: dari Depan ke Rak Belakang

Raudal Tanjung Banua
lampungpost.com

Di manakah posisi buku sastra ketika publik dan toko buku lebih bergairah menerima buku-buku “praktis” dan “instan”? Mengapa buku sastra “serius” kurang direspons publik dan distributor? Mengapa keberadaannya tersisih di rak tersembunyi toko buku, bahkan di laci-laci terkunci dan gudang belakang perpustakaan?—lead—

MUNGKIN tidak ada yang menolak jika dikatakan bahwa dunia perbukuan sekarang sedang marak. Setiap penerbit berlomba meluncurkan produk, lengkap dengan event serta fenomena yang menyertainya. Continue reading “Buku Sastra: dari Depan ke Rak Belakang”

Bahasa ยป