Lirik

Arie MP Tamba
http://www.jurnalnasional.com/

Kritikus sastra Indonesia berkebangsaan Belanda, A Teeuw, pernah merasa ?kehilangan? Rendra. Itulah yang dialami A Teeuw sebagai pecinta puisi-puisi Rendra ?? periode sebelum puisi pamflet (1970-an). Puisi-puisi pamflet, yang banyak mempersoalkan kehidupan masyarakat keseharian, termasuk masalah pendidikan, ekonomi, politik, bahkan kebijakan pembangungan ?? yang disampaikan juga dalam bahasa sehari-hari ?? membuat A Teeuw tidak mendapatkan kenyamanannya sebagai pembaca. Continue reading “Lirik”

Wariskan Spirit Perdamaian

Fenny Aprilia*
http://www.jawapos.com/

”Kita lahir dan kelak mati. Semua akan merasai sendiri. Kesendirian kita di dunia ini, mungkin tak berlangsung selamanya. Mungkin kebebasan bisa menghilangkannya…”

Demikian salah satu renungan Rachel Corrie dalam buku ini. Renungan itu tak muncul secara tiba-tiba, tetapi lewat suatu proses nan panjang; seumur hidup Rachel. Seusai membaca buku ini, kita pun akan menggangap bahwa Rachel selalu menghidupkan nalar empati dalam jiwanya. Continue reading “Wariskan Spirit Perdamaian”