A. Mustofa Bisri
http://www.jawapos.com/
Ya Allah ya Tuhan kami
Di hari kemerdekaan
negeri kami
Kami memohon kepadaMu, Continue reading “DOA KEMERDEKAAN”
A. Mustofa Bisri
http://www.jawapos.com/
Ya Allah ya Tuhan kami
Di hari kemerdekaan
negeri kami
Kami memohon kepadaMu, Continue reading “DOA KEMERDEKAAN”
jawapos.com
TUNJUKKAN KOLAM ITU, TUHAN (1)
di kolam mana tempat aku bisa mencelupkan kepala, Tuhan !
tubuhku sarat dengan bangkai, nanah, dan air mata
belatung. anyir. hitam.
kefanaan melayang-layang.
entah sampai mana
wajah mengabut makin dekat ke sudut. anyirku mengalir
mirip akar sulur menjulur di sepanjang tembok penuh lumut
merayap Continue reading “Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto”
Hasan Aspahani
Jangan Ditanya Kenapa Aku Bertanya, I
KENAPA harus ada kalimat tanya dalam bahasa?
Betulkah ucapan pertama di dunia adalah pertanyaan?
Siapa yang pertama kali bertanya di dunia ini? Continue reading “LEBIH BAIK MENULIS DARI PADA TIDAK”
Abidah El Khalieqy*
http://www.jawapos.com/
Mungkin Hawa namanya. Tak penting! Ia datang setiap malam tanpa salam. Mencari lubang da?lam pori-pori kulit ini. Berumah da?lam tulang dan menjadi ombak di samudera hati. Ada Ken De?des di betis mulusnya. Ada Roro Jonggrang di mata beloknya. Ada De?wi Yunani di senyum bibirnya. Ada Fatimah ber?bunga-bunga di rambutnya. Ia tegak berdiri dan mencera?cau dalam kepalaku. Selalu. Tak kuasa aku menampiknya. Berminggu malam sudah. Berbulan dan tahun mengabadi dalam is?tana kesendirianku.
”Maaf, karena telah kerasan!” Ia girang menyapa. Continue reading “Nyanyian Seribu Bulan”
Ridwan Munawar*
http://www.jawapos.com/
TANDA tanya di ujung judul buku ini menyimbolkan tantangan sekaligus telaah kritis dari seorang pe?mikir muslim garda depan asal Me?sir, Hassan Hanafi, terhadap ke?berlangsungan dan dialektika tradisi ilmu-ilmu tafsir Alquran sebagai sistem hermeneutika khusus (her?meneutica sacra), yang tidak lain adalah urat nadi pertumbuhan ke?budayaan dan peradaban umat Islam. Kritik Hanafi itu ibarat kapak ber?mata dua. Yang satu dia arahkan pada kejumudan pola diskursus tafsir klasik Islam, sedangkan yang kedua diarahkan pada diskursus orientalisme yang banyak mengarah pada bentuk-bentuk pemaknaan yang sangat politis dan riskan. Continue reading “Hermeneutika Sakra yang Membebaskan”