INSPIRASI KEBANGKITAN NASIONAL

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Bagaimana perkara sesungguhnya yang terjadi di seputar lahirnya kebangkitan nasional (20 Mei 1908) yang kerap dihubungkan dengan Boedi Oetomo (selanjutnya disingkat: BO), sebuah organisasi yang dibentuk beberapa pemuda Jawa yang seolah-olah mengesankan hendak mengusung semangat primordialisme? Sejauh mana pula signifikansi elan BO?semangat kebangsaan (Jawa?), ditempatkan sebagai organisasi awal yang menandai kebangkitan kebangsaan Indonesia? Bagaimana pula sastrawan Indonesia ketika itu menerjemahkan makna kebangkitan nasional? Continue reading “INSPIRASI KEBANGKITAN NASIONAL”

Sang Pelacak

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Sebuah tlatah mulanya adalah sebentang nubuat, situs yang terus bergerak, dan perang yang bergolak panjang. Tragedi dan cerita manusia di dalamnya bagai layang-layang putus di angkasa. Begitulah kiranya apa yang tersirat di batin De Jonge (1828-1879), si tukang arsip kolonial yang disegani itu. Ia merupakan generasi setelah Valentijn (1666-1727), Peiter Van Dam, dan J. Hageman (1817-1872). Continue reading “Sang Pelacak”

Pergelaran

Beni Setia *
jawapos.com

PADA peta dengan skala 1:10.000.000, Dusun Nglaran, Desa Cakul, Kecamatan Dongko, yang terletak di jalur antara Trenggalek-Pacitan, mungkin hanya titik seukuran mikron -tak perlu diterakan- tak terlihat ada. Tapi, dalam Festival Sastra Jawa (FSJ) 2009 yang akan diselenggarakan pada 3-4 Agustus besok, tempat itu akan menjadi sumber pembuktian bahwa sastra Jawa masih ada dan bisa bertriwikrama menyatakan diri sehat setelah selama ini hanya diam di majalah bahasa Jawa dan tradisi tutur macapat atau wayang kulit. Continue reading “Pergelaran”

Pikiran

Hananto Widodo*
http://www.jawapos.com/

Dalam salah satu tayangan di acara The Master, Romy Rafael -sang ahli hipnotis- memeragakan suatu aksi yang intinya terdapat dua kartu, yakni kartu remi dan kartu kosong. Kartu kosong itu bagaikan pikiran manusia yang masih bersih. Artinya, pikiran manusia yang masih bersih tersebut akan diberi warna apa pun bergantung pada lingkungan di mana manusia itu hidup.

Memang, pikiran itu menjadi awal mula segalanya. Pikiran dan bukan jiwa yang memberi perintah. Pikiran akan memberikan warna kepada jiwa manusia yang lebih kita kenal dengan sebutan alam bawah sadar. Continue reading “Pikiran”

Erotisme

Binhad Nurrohmat*
http://www.jawapos.com/

Erotisme merupakan sebentuk cermin yang mutu nilainya terpendar dari imajinasi dan interpretasi yang dipantulkannya. Kepentingan luhur erotisme adalah merangsang kepekaan gairah terhadap keberadaan dan esensi tubuh serta rahasia yang bersemayam di dalamnya. Untuk apa? Tak lain, menangkap dan menyibak kesadaran yang bisa memperkaya makna keberadaan tubuh di dunia. Kenapa? Sebab tubuh tak henti mengalami pemerasan dan pengotoran makna lantaran kemurniannya dijarah atau dicemari tuntutan moralitas atau kuasa nilai-nilai kebenaran lain yang dipaksakan. Continue reading “Erotisme”

Bahasa ยป