Ibnu Rusydi
korantempo.com
Sejumlah perupa mengangkat hal perang. Mereka berangkat dari puisi.
Enam hantu prajurit berbaris. Empat hantu membawa genderang dan lainnya membawa bedil. Tak ada tubuh, hanya pakaian prajurit Jawa dengan pengaruh kolonial, seperti topi, enam pasang sepatu lars, dan panji-panji. Tetabuhan genderang terdengar dari barisan hantu itu. Continue reading “Menafsir Perang”
